Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Wandavision Dorong Warga Wujudkan Wilayah Bebas Sampah

Kamis 21 Oct 2021 13:38 WIB

Red: Gita Amanda

Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris English Society Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2021 menjalankan kegiatan bersih-bersih sampah di wilayah RW 01 (RT 01 dan RT 03) Cheng In, Dadap, Kosambi, Tangerang.

Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris English Society Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2021 menjalankan kegiatan bersih-bersih sampah di wilayah RW 01 (RT 01 dan RT 03) Cheng In, Dadap, Kosambi, Tangerang.

Foto: Universitas Bina Sarana Informatika
Mahasiswa Universitas BSI ajak warga menciptakan lingkungan bebas segala sampah

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris English Society Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2021 menjalankan kegiatan bersih-bersih sampah di wilayah RW 01 (RT 01 dan RT 03) Cheng In, Dadap, Kosambi, Tangerang. Mengangkat jargon Wandavision yang berarti Wonderful Dadap Version, mahasiswa Universitas BSI ini, mengajak warga sekitar untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari segala jenis sampah.

Penamaan Wandavision sendiri terinspirasi dari salah satu judul series film Marvel yang akhirnya dihubungkan dengan impian tim PHP2D yang ingin membuat wilayah Dadap menjadi Wonderfull. Azura salah satu anggota tim PHP2D menjelaskan bahwa, melalui jargon tersebut dapat membawa perubahan di lingkungan masyarakat dalam mengelola sampah melalui PS4 (4 Cara Pengelolaan Sampah).

Baca Juga

“Kegiatan ini, selain mengajak warga untuk membersihkan sampah di lingkungan sekitar, juga memberikan sosialisasi pemilihan sampah sesuai klasifikasinya. Selain mewujudkan lingkungan yang bebas dari sampah, melalui kegiatan ini, kami melakukan pendekatan persuasif kepada warga untuk tidak membuang sampah secara sembarangan,” ungkap Azura dalam rilis yang diterima, Selasa (19/10).

Tim English Society juga telah menyediakan beberapa tempat sampah yang terpisah untuk setiap jenis-jenis sampah. Hal ini dilakukan agar masyarakat membuang sampah langsung sesuai dengan tempat yang telah disediakan, dan beberapa sampah tersebut juga akan lebih mudah untuk di daur ulang atau disetorkan kepada salah satu waste-management startup agar dapat dikelola lebih lanjut.

Sementara itu, Suparman selaku Ketua RW 01 mengungkapkan, sangat mendukung kegiatan pembersihan sampah dan kerja bakti yang dilakukan oleh para mahasiswa Universitas BSI ini. Menurutnya, kegiatan ini belum pernah diadakan sebelumnya, sehingga kedatangan Tim PHP2D Universitas BSI sangat membantu warga.

“Kegiatan ini membuat warga menjadi lebih termotivasi untuk menjaga kebersihan lingkungan. Tak hanya itu, warga juga turut bahu-membahu membersihkan wilayah sekitar demi mewujudkan lingkungan bebas sampah,” ujar Suparman.

Ia berharap, dengan adanya Tim PHP2D English Society dapat memberikan perubahan drastis di lingkungannya. Sehingga efek banjir rob yang sering membawa sampah-sampah tidak lagi datang saat turun hujan.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA