Monday, 14 Jumadil Akhir 1443 / 17 January 2022

Kemendikbud Ingatkan Satuan Pendidikan Penerapan Prokes

Kamis 21 Oct 2021 11:25 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Gita Amanda

Sejumlah pelajar mendengarkan penjelasan terkait tes usap antigen di SDN 015 Kresna, Cicendo, Kota Bandung, Jumat (15/10). Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan Kota Bandung dan Dinas Pendidikan Kota Bandung melakukan tes usap antigen secara acak bagi pelajar di sejumlah sekolah untuk memastikan kesehatan siswa dan mencegah terjadinya klaster penyebaran Covid-19 di sekolah selama Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Foto: Republika/Abdan Syakura

Sejumlah pelajar mendengarkan penjelasan terkait tes usap antigen di SDN 015 Kresna, Cicendo, Kota Bandung, Jumat (15/10). Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan Kota Bandung dan Dinas Pendidikan Kota Bandung melakukan tes usap antigen secara acak bagi pelajar di sejumlah sekolah untuk memastikan kesehatan siswa dan mencegah terjadinya klaster penyebaran Covid-19 di sekolah selama Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Foto: Republika/Abdan Syakura

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Suksesnya PTM terbatas disebut membutuhkan dukungan semua lapisan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, (Kemendikbudristek) mengingatkan satuan-satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk terus menerapkan protokol kesehatan (prokes). Suksesnya PTM terbatas disebut membutuhkan dukungan semua lapisan masyarakat.

"Dalam pelaksanaan PTM terbatas harus berpedoman pada SKB Empat Menteri dan Irmendagri, sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ungkap Plt Kepala Biro BKHM Kemendikbudristek, Anang Ristanto, lewat pesan singkat, Rabu (20/10) lalu.

Baca Juga

Anang menjelaskan, keberhasilan untuk menyukseskan PTM terbatas membutuhkan dukungan semua lapisan masyarakat, khususnya dalam penerapan prokes. Untuk itu, kata dia, kedisiplinan untuk mematuhi prokes harus terus diupayakan agar risiko penularan Covid-19 dan terbentuknya klaster baru dapat terhindar.

"Keberhasilan kita menyukseskan PTM Terbatas juga membutuhkan dukungan semua lapisan masyarakat. Oleh karena itu, kita harus mengupayakan kedisiplinan untuk mematuhi protokol kesehatan sehingga risiko tertularnya Covid-19 dan terbentuknya kluster baru dapat terhindarkan," jelas dia.

Berdasarkan data kesiapan belajar di laman Kemendikbudristek, per Rabu sudah ada 52,14 persen satuan pendidikan yang melaporkan proses pembelajaran di sekolah masing-masing. Data tersebut terdiri dari 47,06 persen satuan pendidikan di tingkat taman kanak-kanak (TK); 77,55 persen sekolah dasar (SD); 82,15 persen sekolah menengah pertama (SMP); 88,45 persen sekolah menengah atas (SMA); 83,64 persen sekolah menengah kejuruan (SMK); 80,05 persen sekolah luar biasa (SLB).

Dari data tersebut, persentase sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah ada 45,29 persen. Sementara 54,71 persen sisanya masih melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Persentase sekolah yang melaksanakan PTM terbatas itu terdiri dari 42,25 persen TK; 46,11 persen SD; 50,84 persen SMP; 58,51 persen SMA; 51,17 persen SMK; 44,09 persen SLB.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA