Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Bagnaia Berharap Jaga Asa Perebutan Gelar MotoGP di Misano

Rabu 20 Oct 2021 22:58 WIB

Red: Israr Itah

Pembalap Italia Francesco Bagnaia mengendarai Ducati.

Pembalap Italia Francesco Bagnaia mengendarai Ducati.

Foto: AP/Antonio Calanni
Fabio Quartararo memimpin klasemen MotoGP dengan keunggulan 52 poin dari Bagnaia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembalap Ducati Francesco Bagnaia menuju GP Emilia Romagna akhir pekan ini dengan harapan menjaga asa perebutan gelar juara dunia MotoGP. Jelang balapan di Sirkuit Misano, Fabio Quartararo memimpin klasemen MotoGP dengan keunggulan 52 poin dari Bagnaia.

Dengan tiga balapan tersisa hingga akhir musim, Bagnaia masih berpeluang menunda terkuncinya gelar lebih dini. Apalagi sang pembalap Italia telah membuktikan mampu memenangi balapan pertama di Misano pada 19 September lalu.

Baca Juga

Di GP San Marino, Bagnaia tampil dominan sepanjang akhir pekan setelah mengamankan pole position dengan memecahkan rekor sirkuit tersebut. Ia kemudian meraih kemenangan kedua secara beruntun musim ini dengan memimpin balapan sedari start hingga finis.

Tugas Bagnaia menjaga asanya cukup mudah. Dia harus mengalahkan sang pembalap Yamaha di Misano karena apabila Quartararo memenangi balapan, maka ia akan otomatis mengunci gelar juara dunia. "Pastinya sangat menyenangkan kembali membalap di Misano setelah kemenangan yang mengagumkan yang saya raih di sana di depan pendukung tuan rumah satu bulan lalu," kata Bagnaia dikutip laman resmi Ducati, Rabu (20/10). "Pada akhir pekan itu semuanya sempurna, dan dua tes pascalomba sangat positif bagi kami."

Kendati demikian, kata dia, Ducati harus tetap fokus. Sebab rival-rival Ducati akan datang ke Misano dengan lebih siap, dengan suhu trek yang lebih rendah daripada satu bulan lalu. 

"Akan penting bekerja baik sejak sesi pertama. Tujuannya adalah bertarung untuk kemenangan dan menjaga kejuaraan tetap terbuka hingga akhir," kata Bagnaia.

Sirkuit Misano, yang dibangun pada 1972, rutin menggelar GP Italia di tahun 80-an dan awal 90-an.Trek sepanjang 4,2km itu berjalan searah jarum jam sejak mengalami renovasi untuk memenuhi regulasi keselamatan MotoGP pada 2007 yang menempatkannya kembali ke kalender. Perubahan tersebut termasuk pembuatan chicane baru, yang menyebabkan layout sirkuit sekarang ini terdiri dari enam tikungan ke kiri dan sepuluh ke kanan.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA