Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Mendikbud ungkap Pentingnya Teknologi di Dunia Pendidikan

Rabu 20 Oct 2021 13:51 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, menyatakan, pengadaptasian teknologi ke dalam dunia pendidikan pada masa-masa penuh tantangan seperti saat ini penting untuk dilakukan. Untuk itu, pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk melaksanakan program Digitalisasi Sekolah.

Foto:
Kemendikbud alokasikan anggaran bagi pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan

Mendikbudristek menambahkan, pembelajaran daring secara penuh adalah hal baru bagi seluruh guru di dunia, khususnya bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil. Ia menggambarkan betapa sulitnya proses transisi perubahan ke arah pembelajaran jarak jauh tersebut.

"Saya berharap, inisiatif-inisiatif Kemendikbudristek akan membantu peningkatan kualitas pendidikan di daerah-daerah yang sulit dijangkau serta memungkinkan masyarakat di daerah tersebut untuk dapat berkontribusi lebih terhadap perekonomian bangsa dan memenuhi apa yang menjadi potensi atau keunggulan mereka," kata dia.

Mendikbudristek menyebutkan beberapa aplikasi yang telah dikembangkan oleh Kemendikbudristek, salah satunya adalah Sistem Informasi Pengadaan SekoLah atau biasa disebut SIPlah. Aplikasi itu berfungsi sebagai "marketplace", di mana sekolah dapat membeli perangkat kebutuhan sekolah menggunakan sumber dana bantuan operasional dari pemerintah melalui aplikasi e-commerce yang fleksibel dan aman.

Sedangkan melalui laman "Rumah Belajar", Kemendikbudristek menyediakan materi pembelajaran bagi guru dan siswa prasekolah sampai SMA, yang sampai saat ini telah memiliki lebih dari 800.000 pelanggan. "Semua inisiatif ini akan membantu Indonesia dalam mengawali proses pemulihan dari masa pandemi dan bergerak maju menuju masa depan," kata dia.

Mendikbudristek turut menyampaikan pentingnya personalisasi pembelajaran dalam mewujudkan kemakmuran ekonomi suatu bangsa. Itu dilakukan dengan memaksimalkan potensi peserta didik sebagai generasi penerus dalam merancang dan memproduksi masa depan bangsa yang dicita-citakan.

Personalisasi pembelajaran, kata dia, akan membebaskan siswa dari paradigma pengajaran lama yang begitu membatasi potensi dan kreativitas mereka. Menurut Nadiem, keseragaman dapat berdampak buruk dalam menekan bakat individu masing-masing anak. Dengan begitu, perubahan tersebut diharapkan memungkinkan guru untuk membangun pembelajaran di sekitarnya guna mengembangkan kemampuan siswa mereka.

"Dengan kebebasan ini, siswa akan belajar dan mencapai yang lebih baik. Pencapaian ini akan terlihat pada pekerjaan yang lebih baik, peluang inovasi bisnis yang lebih baik, dan kemakmuran ekonomi yang lebih besar untuk saat ini dan masa depan," kata dia.

 

Mendikbudristek berharap agar pertemuan Forum Bisnis Indonesia-Amerika Latin dan Karibia ini membuka peluang bagi semua pihak, khususnya dunia pendidikan, untuk menggali berbagai peluang serta mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara di Amerika Latin dan Karibia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA