Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Kebiasaan Makan Terburuk untuk Usus

Rabu 20 Oct 2021 12:43 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti

Kebiasaan makan terburuk untuk usus (ilustrasi).

Kebiasaan makan terburuk untuk usus (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Jika tidak mendapatkan cukup serat, Anda mungkin merasakan kembung dan sembelit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tahukah Anda, beberapa kebiasaan makan seperti mengonsumsi terlalu banyak pemanis buatan atau makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membahayakan kesehatan usus? Dilansir di laman Eat This, Not That pada Rabu (20/10), meskipun kebiasaan ini mungkin tampak tidak berbahaya pada awalnya, namun sebenarnya dapat berdampak negatif pada mikrobioma di usus. 

Mengingat usus sangat terkait erat dengan bagian tubuh lainnya, penting untuk menjaganya tetap sehat setiap saat. Ahli gizi mengatakan salah satu kebiasaan makan terburuk bagi usus yang kerap dilakukan adalah tidak mendapatkan cukup serat dalam makanan. Inilah mengapa serat sangat penting untuk usus.

Anda membutuhkan serat untuk usus yang sehat. Menurut pendiri Nutrition Untapped, Kayla Girgen, RD, LD, mendapatkan jumlah serat yang cukup adalah faktor kunci dalam menjaga kesehatan usus.

"Diet tinggi serat menyediakan makanan untuk bakteri di usus Anda, yang kemudian mendorong produksi asam lemak rantai pendek (SCFA)," kata Girgen. 

SCFA sangat penting untuk kesehatan karena dapat meningkatkan penyerapan air dan mengurangi peradangan di dalam saluran pencernaan. Girgen juga mencatat diet yang lebih tinggi dalam makanan olahan dan gula tambahan seperti Standard American Diet (SAD) terlalu rendah serat, yang mengurangi varietas bakteri usus karena banyak mikroorganisme di usus Anda memakan serat.

CEO NY Nutrition Group, penulis The Core 3 Healthy Eating Plan, Lisa Moskovitz, RD, menunjukkan ketika seseorang mengejar diet protein tinggi dengan tujuan kesehatan atau penurunan berat badan, mereka mungkin akhirnya makan lebih sedikit nabati dan kelebihan produk hewani. Hal itu akan menghasilkan terlalu sedikit serat.

Meskipun jenis diet tinggi protein ini dapat membantu beberapa orang menurunkan berat badan, kekurangan serat ini berpotensi merusak kesehatan usus Anda tanpa Anda sadari. Tanpa makanan nabati, tubuh Anda kehilangan nutrisi penting seperti berbagai jenis serat ramah usus dan antioksidan antiinflamasi.

"Itulah mengapa penting untuk mencari karbohidrat berserat tinggi seperti kacang-kacangan, lentil, buah-buahan segar, sayuran segar, dan biji-bijian," kata Moskovitz.

Jika tidak mendapatkan cukup serat dalam makanan, Anda mungkin merasakan hal-hal seperti kembung, kelelahan, sembelit, atau kelaparan. Jika Anda mengalami hal-hal ini secara teratur, mungkin sudah saatnya untuk menjaga kesehatan usus dengan memeriksa jumlah serat yang Anda dapatkan dari hari ke hari.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA