Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

HUT ke-57 Golkar, Airlangga Ajak Kader Solid Hadapi 2024

Rabu 20 Oct 2021 11:42 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus raharjo

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto saat ziarah makam pahlawan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (19/10).

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto saat ziarah makam pahlawan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (19/10).

Foto: Istimewa
Airlangga menargetkan Golkar menangi 60 persen Pilkada 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- DPP Partai Golkar menggelar acara syukuran pada rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57, Rabu (20/10). Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, mengajak kader Partai Golkar untuk solid menghadapi 2024.

"Saya mengajak untuk menjaga kekompakan dan soliditas, kita harus bersatu untuk menang," kata Airlangga, Rabu (20/10).

Baca Juga

Untuk diketahui pada Oktober 2024 mendatang Partai Golkar berusia genap 60 tahun. Ia bertekad membawa partai berlambang beringin itu menang pada 2024. "Tahun 2024 adalah tahun penting bukan saja kita harus menang, tetapi pertaruhan di mana usia partai Golkar akan menginjak 60 tahun dan dalam enam dekade kita harus menorehkan sejarah bahwa Partai Golkar akan kembali merebut kemenangan," ujarnya.

Menteri Perekonomian itu berharap kemenangan itu bisa termanifestasikan dalam kemenangan pemilihan presiden, pemilihan legislatif dan pemilihan kepala daerah. Dirinya juga menargetkan Partai Golkar bisa meraih lebih dari 60 persen suara pada Pilkada 2024.

"Kemenangan dalam Pilkada kita sudah dapatkan 62 persen, 62 persen ini harus dikonversi menjadi suara Partai Golkar, baik itu di pileg, pilpres dan dilanjutkan dalam pilkada nanti," ujarnya.

"60 persen ini adalah capaian yang sudah kita hasilkan. Jadi kita sudah mencapai 62 persen. Jadi memang 60 persen adalah angka yang terukur," imbuhnya.

Sementara itu untuk pileg sendiri, Partai Golkar menargetkan meraih minimal 20 persen suara. Kemudian pilpres Partai Golkar juga menargetkan minimal menang. "Untuk pemilihan presiden minimal harus menang. Jadi maksimalnya silakan dicari tapi minimal harus capres kita menang," ungkapnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA