Wednesday, 26 Rabiul Akhir 1443 / 01 December 2021

Wednesday, 26 Rabiul Akhir 1443 / 01 December 2021

PP Bamusi Memulai Rangkaian Ziarah ke Makam Walisongo

Rabu 20 Oct 2021 02:56 WIB

Red: Joko Sadewo

Rombongan PP Bamusi memulai rangkaian ziarah ke makam Walisongo dan silaturahim ke Ponpes di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Rombongan PP Bamusi memulai rangkaian ziarah ke makam Walisongo dan silaturahim ke Ponpes di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Foto: istimewa/doc humas
Selain ziaran PP Bamusi juga bersilaturahim ke ponpes di Jabar, Jateng, dan Jatim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA —  Pimpinan Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) PDI Perjuangan, Selasa (19/10) memulai rangkaian ziarah ke makam Walisongo. Selain berziarah, mereka juga diagendaan bersilaturahim ke sejumlah pondok pesantren di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Pelepasan rombongan ziarah dilakukan oleh Ketua Umum PP Bamusi Hamka Haq di Makam Taman Pahlawan seusai berziarah ke makam pendiri Bamusi, almarhum HM Taufiq Kiemas.

Dalam kegiatan ini, rombongan PP Barmusi dipimpin Sekretarus Umum PP Bamusi Nasyirul Falah Amru, atau biasa disapa Gus Falah. Menurut Gus Falah, agenda ziarah Walisongo merupakan rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad sekaligus menyambut Hari Santri Nasional tahun 2021.

"Kita ingin mengambil dan meneladani spirit perjuangan Nabi Muhammad SAW untuk kita selalu berkontribusi dalam menghadirkan wajah Islam yang rahmatan lil 'alamin, dan tentu spirit untuk bisa meneruskan warisan perjuangan Walisongo yang telah membangun peradaban di Nusantara ini," kata Gus Falah, dalam siaran persnya.

Seusai pelepasan, rombongan PP Bamusi langsung menuji ke Cirebon untuk berziarah ke Makam Sunan Gung Djati. Sesuai agenda, rangkaian silaturahmi ke ponpes dan ziarah berlangsung selama empat hari, 19-22 Oktober 2021. Hari terakhir kegiatan bertepatan dengan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2021, dan rombongan PP Bamusi akan berziarah ke makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur.

"Kami dalam berpolitik selalu diajarkan soal pentingnya "Jas Merah", yang artinya jangan sekali-kali melupakan atau meninggalkan sejarah. Ini bagian dari kita melihat sejarah untuk kita ambil spiritnya dalam nilai dan laku politik ke depan dalam pengabdian untuk Indonesia yang kita cintai ini," papar Gus Falah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA