Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Berapa Usia Nabi Muhammad Saat Perang Fijar?

Rabu 20 Oct 2021 05:08 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

Berapa Usia Nabi Muhammad Saat Perang Fijar? . Foto:   Nabi Muhammad (ilustrasi)

Berapa Usia Nabi Muhammad Saat Perang Fijar? . Foto: Nabi Muhammad (ilustrasi)

Foto: Republika
Ada perbedaan pendapat usia Nabi Muhammad di Perang Fijar.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Di saat perang Fijar inilah Muhammad muda mengenal bagaimana cara memanggul senjata untuk memenangkan peperang. Husen Haekal mengatakan, sejarah tidak memberikan kepastian mengenai umur Muhammad pada waktu Perang Fijar itu terjadi. 

"Ada yang mengatakan umurnya lima belas tahun, ada juga yang mengatakan dua puluh tahun," tulis Husen Heikal dalam bukunya Sejarah Muhammad.

Baca Juga

Mungkin kata dia, sebab perbedaan ini karena perang tersebut berlangsung selama empat tahun. Pada tahun permulaan ia berumur

lima belas tahun dan pada tahun berakhirnya perang itu ia sudah memasuki umur dua puluh tahun.

Juga orang berselisih pendapat mengenai tugas yang dipegang Muhammad dalam perang itu. Ada yang mengatakan tugasnya mengumpulkan anak-anak panah yang datang dari pihak Hawazin lalu di berikan kepada paman-pamannya untuk dibalikkan kembali kepada pihak lawan. 

"Yang lain lagi berpendapat, bahwa dia sendiri yang ikut melemparkan panah," katanya.

Tetapi, selama peperangan tersebut telah berlangsung sampai empat tahun, maka kebenaran kedua pendapat itu dapat saja diterima. Mungkin pada mulanya ia mengumpulkan anak-anak panah itu untuk pamannya dan kemudian dia sendiripun ikut melemparkan. 

Beberapa tahun sesudah kenabiannya Rasulullah menyebutkan tentang Perang Fijar itudengan berkata: 

“Aku mengikutinya bersama dengan paman-pamanku, juga ikut melemparkan panah dalam perang itu; sebab aku tidak suka kalau tidak juga aku ikut melaksanakan.”

Sesudah Perang Fijar Quraisy merasakan sekali bencana yang menimpa mereka dan menimpa Mekah seluruhnya. Karena itu semua  disebabkan oleh perpecahan, sesudah Hasyim dan ‘Abdul-Muttalib wafat.

"Dan masing-masing pihak berkeras mau jadi yang berkuasa. Kalau tadinya orang-orang Arab itu menjauhi, sekarang mereka berebut mau berkuasa,"

 

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA