Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Kominfo Harap Konten Gim Dalam Negeri Kuasai Pasar

Rabu 20 Oct 2021 03:13 WIB

Red: Agus raharjo

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/9/2021). Rapat tersebut membahas penyesuaian RKA-K/L Kemkominfo Tahun Anggaran 2022.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/9/2021). Rapat tersebut membahas penyesuaian RKA-K/L Kemkominfo Tahun Anggaran 2022.

Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto/wsj.
Menkominfo berharap gim buatan dalam negeri mengandung budaya Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pemerintah sedang mengupayakan agar industri gim dalam negeri terus tumbuh, supaya gim yang beredar di pasar dikuasai buatan lokal. "Jangan sampai dibanjiri gim asing, jangan sampai kita jadi pasar saja. Kita produksi juga (gim) dalam negeri," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate, saat ditemui di Jakarta, Selasa (19/10).

Menurut Johnny, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, sedang mengupayakan tata kelola untuk industri gim dalam negeri. Berkaitan dengan konten gim, dia mengharapkan permainan yang mengandung budaya dan sejarah Indonesia.

Johnny melihat ada game buatan negara lain, termasuk dari Cina, yang bertema budaya negara tersebut. Tema seperti itu juga bisa diterapkan pada gim lokal. "Mendorong inovasi dan kreativitas nasional kita supaya diisi orang Indonesia sendiri," kata Johnny.

Menkominfo Johnny mengaku sering mendapat aduan bahwa anak-anak terlalu sering bermain gim online, beberapa pihak juga meminta game tertentu diblokir. Berkaitan dengan blokir, pemerintah tidak bisa serta-merta memblokir gim ketika mendapat aduan.

"Gim online, selama ia legal, tidak melanggar aturan. Berbeda dengan pinjaman online (yang ilegal), hoaks dan pornografi," kata Johnny.

Dalam hal ini, Johnny mengharapkan partisipasi dari orang tua, guru sampai tokoh agama supaya bisa memberi pemahaman ke anak-anak untuk tidak terus-menerus bermain gim. Orang tua perlu menerapkan aturan ketika anaknya mengakses gim online, seperti mengatur waktu belajar dan bermain.

"Jangan sampai, waktu main game mendominasi," kata Johnny.

Kominfo bersama Asosiasi Game Indonesia tahun ini merencanakan konferensi untuk pengembang game lokal, Indonesia Game Developer Exchange (IGDX). Acara ini berisi pelatihan intensif untuk pengembang gim, seminar, sampai pertemuan dengan pengembang asing dan calon investor.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA