Saturday, 29 Rabiul Akhir 1443 / 04 December 2021

Saturday, 29 Rabiul Akhir 1443 / 04 December 2021

Tiket World Superbike Mandalika Dijual Dua Hari Lagi

Selasa 19 Oct 2021 15:45 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi / Red: Friska Yolandha

Sejumlah pekerja memasang bangunan modular pit building Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (14/10/2021). Direktur Keuangan, Strategi, dan Manajemen Risiko, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nugdha Achadie, mengatakan penjualan tiket untuk ajang World Superbike (WorldSBK) akan segera dibuka.

Sejumlah pekerja memasang bangunan modular pit building Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (14/10/2021). Direktur Keuangan, Strategi, dan Manajemen Risiko, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nugdha Achadie, mengatakan penjualan tiket untuk ajang World Superbike (WorldSBK) akan segera dibuka.

Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Penonton yang ingin hadir wajib mendapatkan dua kali vaksin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Keuangan, Strategi, dan Manajemen Risiko, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nugdha Achadie, mengatakan penjualan tiket untuk ajang World Superbike (WorldSBK) akan segera dibuka. Acara tersebut berlangsung pada 19 November hingga 21 November 2021.

"Kami akan umumkan harga tiket dan penjualan tiket dua hari dari sekarang," ujar Nugdha saat peluncuran logo resmi Mandalika GP Series dan Mandalika Experiences di Jakarta, Selasa (19/10).

Nugdha menyampaikan ITDC terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Satgas Penanganan Covid-19 terkait penerapan protokol kesehatan, termasuk mengenai durasi karantina bagi penonton yang datang dari luar Lombok maupun mancanegara.

"Yang pasti, penonton wajib telah mendapatkan dua kali vaksin dan memiliki aplikasi Pedulilindungi," ucap Nugdha.

Nugdha menyebut peluncuran logo Mandalika GP Series dan Mandalika Experiences merupakan bentuk sosialisasi dalam menyambut dua event balap seperti World Superbike (WorldSBK) pada 19 November hingga 21 November 2021 dan MotoGP pada 18 Maret hingga 20 Maret 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). "Dengan bangga kami luncurkan logo resmi yang akan jadi identitas, represtasi visual Mandalika. Kami percaya kesuksesan event akan beri efek domino bagi pertumbuhan ekonomi dan percepatan pemulihan ekonomi NTB dan Indonesia," ungkap Nughda.

Nugdha memproyeksikan satu event balap akan memberikan nilau ekonomi hingga Rp 500 miliar, menyerap sekitar 7.945 lapangan kerja, produk UMKM dengan tenaga kerja 3 rinu orang, dan peningkatan kunjungan wisatawan ke Lombok hingga 19 persen, serta branding bagi Indonesia.

"Efek dominonya sangat luar biasa bagi NTB, dan industri pariwisata Indonesia. Ini jadi titik balik dan kebangkitan pariwisata Indonesia di dunia internasional," lanjut Nugdha.

Baca juga : Sinergi BUMN di Proyek Sirkuit Mandalika

Wakil Direktur Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Cahyadi Wanda mengatakan kehadiran logo merupakan keharusan dalam memperluas tingkat pengenalan masyarakat terhadap sebuah event. Cahyadi menilai keberadaan logo menjadi nilai tambah dalam menarik minat masyarakat untuk datang dan menyaksikan ajang balap motor berkelas dunia di Mandalika.

"Esensi logo kita harus memiliki identitas, seperti logo dalam event Piala Dunia. Selain logo Mandalika GP Series, ada juga logo Mandalika Experiences yang fokus pada event lain di luar balapan," ujar Cahyadi.

Terkait sanksi Badan Antidoping Dunia (WADA) yang tidak memperbolehkan bendera Merah-Putih, Cahyadi mengaku akan mengikuti ketentuan yang berlaku. Cahyadi berharap persoalan ini dapat segera selesai agar bendera Merah-Putih dapat kembali berkibar di ajang internasional.

"Kami ikuti aturan yang ada, kami dengan diwakilkan IMI dan Kemenpora terus berkoordinasi, apapun keputusan itu akan kami turuti," kata Cahyadi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA