Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Dokter Zaini: Komunikasi ke WADA Jadi Kunci Hindari Sanksi

Selasa 19 Oct 2021 12:31 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

Dokter Zaini Khadafi Saragih, mantan ketua LADI dan dokter timnas sepak bola Indonesia.

Dokter Zaini Khadafi Saragih, mantan ketua LADI dan dokter timnas sepak bola Indonesia.

Foto: FB Dokter Zaini
LADI era Dokter Zaini Saragih sering dapat teguran WADA, tapi tak berujung sanksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter Zaini Khadafi Saragih memimpin Lembaga Antidoping Indonesia (LADI) mulai awal 2017 sampai akhir 2020. Di bawah kepemimpinannya, LADI tidak pernah mendapatkan sanksi dari Agensi Antidoping Dunia (WADA).

Walau tak mendapatkan sanksi, Zaini mengaku LADI sering mendapatkan teguran dari WADA. Komunikasilah, kata dia, yang membuat teguran tersebut tidak berbuah sanksi. "Permintaan dari WADA banyak, tiga bulan pasti dapat surat warning. Namun kita selalu melakukan komunikasi," kata Zaini dalam perbincangan dengan Republika.co.id pada Selasa (19/10) pagi.

Baca Juga

Ia memberi contoh soal sampel doping. Menurutnya, LADI pada masa kepemimpinannya bisa bernegosiasi dengan WADA.

“Pernah diminta sampel sampai 200 dalam setahun, tapi dengan komunikasi kita bisa hanya 50 sampel saja. WADA sebenarnya mau mendengar apa masalah kita, asalkan ada komunikasi," ujar Zaini.

Saat mulai menjabat, Zaini mengatakan, sampel doping Indonesia nol. Lalu pada tahun pertama. LADI hanya sanggup menyediakan 50 sampel. “Tahun berikutnya meningkat. Saat Asian Games 2018 baru agak banyak mencapai 200 sampel," jelas Zaini.

Untuk sanksi yang baru saja dijatuhkan WADA kepada Indonesia, Zaini menduga ada pada masalah kurangnya sampel. Faktor lain menurutnya adalah ada atlet Indonesia yang ditengarai positif doping tapi masih diikutkan ke Olimpiade 2020 Tokyo. Bahkan atlet dari cabor atletik tersebut juga tampil di PON XX Papua 2021.

Zaini yang juga menjabat sebagai supervisor doping PON Papua terkaget-kaget mendengar kabar di atas. "Bisa jadi masalah tersebut yakni memainkan atlet yang sudah positif doping di Olimpiade kemudian PON menjadi dasar sanksi WADA selain masalah lainnya. Kita dulu kalau ada teguran ya kita patuhi, setelah sebelumnya kita komunikasikan dengan WADA," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA