Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Uni Eropa Evaluasi Vaksin Pfizer pada Anak di Bawah 11 Tahun

Selasa 19 Oct 2021 08:18 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Vaksin Covid-19 Pfizer. Uni Eropa masih meninjau keamanan dan efikasi vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech untuk anak usia lima hingga 11 tahun.

Foto:
Pfizer-BioNTech pekan lalu telah ajukan data pendukung penggunaan vaksin pada anak.

Perusahaan kemudian memilih rejimen dua dosis 10 mikrogram (ug) dosis untuk anak-anak usia lima hingga 11 tahun daripada rejimen dua dosis 30 ug dosis yang digunakan untuk semua orang berusia 12 tahun ke atas. Pfizer-BioNTech sebelumnya juga mengumumkan bahwa hasil uji coba pada kelompok usia yang lebih muda, seperti anak-anak usia enam bulan hingga di bawah lima tahun, diharapkan dapat dilakukan pada kuartal keempat tahun ini.

Meski anak-anak tidak terlalu rentan terhadap Covid-19 secara parah, mereka mampu menularkan virus tersebut ke orang lain, termasuk berbagai kalangan rentan yang lebih berisiko terpapar hingga menjadi sakit parah. Pendapat komite obat-obatan manusia EMA akan diteruskan kepada Komisi Eropa sebagai penentu keputusan terakhir mengenai masalah tersebut.

photo
Gejala Covid-19 paling umum pada anak. - (Republika)

Sementara itu, di Indonesia, penggunaan vaksin Pfizer masih mengacu pada izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan hal tersebut saat menanggapi kabar vaksin Pfizer yang diklaim aman dan efektif untuk anak usia lima sampai 11 tahun.

"Sejauh ini, Pemerintah Indonesia masih mengacu pada EUA BPOM, vaksin Pfizer layak diberikan kepada anak usia 12-15 tahun, dan orang di atas umur 16 tahun," ujar Wiku dalam konferensi pers daring yang diikuti di Jakarta, Kamis (23/9).

Baca juga : Epidemiologi: Semua Vaksin Sudah Terbukti Efektivitasnya

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA