Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Menkes Berteman Baik dengan Menteri Haji Saudi yang Baru

Senin 18 Oct 2021 19:19 WIB

Red: Ani Nursalikah

Menkes Berteman Baik dengan Menteri Haji Saudi yang Baru. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Menkes Berteman Baik dengan Menteri Haji Saudi yang Baru. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Foto: sehatnegeriku.kemkes.go.id
Menteri haji Saudi yang baru sebelumnya menjabat sebagai menkes.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjalin hubungan pertemanan yang baik dengan Menteri Haji dan Umroh Arab Saudi yang baru Tawfiq bin Fawzan al-Rabiah.

"Jadi teman saya baru dipromosikan dari menteri kesehatan jadi menteri haji dan umroh Arab Saudi," kata Budi saat menyampaikan keterangan pers terkait Evaluasi PPKM yang diikuti dari Kanal YouTube Sekretariat Presiden dari Jakarta, Senin sore (18/10).

Baca Juga

Saudi Press Agency melaporkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menunjuk Tawfiq bin Fawzan al-Rabiah sebagai Menteri Haji dan Umroh yang baru menggantikan Fahd bin Abdulrahman al-Jalajil. Fahd kini menjabat Menteri Kesehatan Arab Saudi. Budi mengatakan dirinya memiliki hubungan pertemanan yang baik dengan Tawfiq bin Fawzan al-Rabiah sebab jabatan sebelumnya adalah Menteri Kesehatan di Arab Saudi.

Pertemanan itu dibuktikan saat keduanya terlibat dalam percakapan terkait agenda ibadah haji. "Saya sudah beberapa kali melakukan pembicaraan via telepon dan rapat sekali di Roma dengan beliau dan beliau janji membantu," katanya.

Budi memastikan otoritas Arab Saudi mengizinkan calon jamaah haji penerima vaksin Covid-19 jenis Sinovac untuk beribadah haji di Tanah Suci. "Sampai sekarang Sinovac bisa dipakai, tapi harus ada karantina lima hari, kemudian bisa melakukan ibadah," katanya.

Syarat karantina haji di Arab Saudi tersebut, kata Budi, akan menambah jangka waktu kepulangan haji ke Tanah Air. "Buat teman-teman kalau memang merasa ingin ke Arab Saudi, ada caranya cuma memang lebih lama saja lima hari di sana. Karena Masjidil Haram, Nabawi dan apa pun sholat yang dilakukan berlipat kali diterima-Nya, jadi tidak apa-apa tambah lima hari," katanya.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA