Senin 18 Oct 2021 16:02 WIB

Golkar Targetkan Raih Lebih dari 20 Persen Kursi DPR

Jerry membuka kemungkinan soal capres bakal dibuka saat HUT ke-57 Golkar.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus raharjo
Ketua Penyelenggara HUT Partai Golkar ke-57, Jerry Sambuaga (kiri), menyampaikan keterangan pers kepada wartawan terkait rangkaian acara HUT Partai Golkar ke-57.
Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Ketua Penyelenggara HUT Partai Golkar ke-57, Jerry Sambuaga (kiri), menyampaikan keterangan pers kepada wartawan terkait rangkaian acara HUT Partai Golkar ke-57.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Golkar mengusung tema 'Bersatu untuk Menang' di HUT ke-57 Partai Golkar. Sesuai tema HUT kali ini, Ketua Penyelenggara HUT ke-57 Partai Golkar, Jerry Sambuaga, mengatakan Partai Golkar menargetkan meraih lebih dari 20 persen kursi di DPR pada pemilihan legislatif (pileg) 2024 mendatang.

"Tentu kita mengagendakan sesuai tema kita 'Bersatu untuk Menang' dalam capaian pemilu legislatif kita menang, mencapai angka lebih tinggi lagi," kata Jerry di Kantor DPP Partai Golkar, Senin (18/10).

"Pileg bisa capai lebih banyak dari sekarang, kursi DPR lebih dari 20 persen itu target kita tentunya," imbuhnya.

Tidak hanya itu, Partai Golkar juga menargetkan menang lebih dari 60 persen pada pilkada 2024. Selain itu, Jerry mengeklaim Partai Golkar akan menyampaikan sejumlah kejutan lain di HUT Partai Golkar yang akan digelar mulai besok, termasuk calon presiden (capres) dari Partai Golkar.

"Mungkin itu (capres) salah satu kejutan yang belum bisa kita sampaikan, intinya pilpres, pilkada, pileg itu kan agenda-agenda politik terdekat kedepan. Target pilkada di atas 60 persen, lalu pileg diatas 20 persen dan pilpres kita punya semangat untuk menang," ujarnya.

Jerry menambahkan, acara HUT Partai Golkar merupakan konsolidasi untuk kemenangan Pemilu 2024 mendatang. Konsolidasi dinilai penting dilakukan mengingat pada tahun 2024 nanti, Partai Golkar akan genap berusia 60 tahun.

"Konsolidasi terus menerus untuk memantapkan kemenangan Golkar," ujar Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement