Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Food Estate Dinilai Kurangi Kemiskinan di Sumba Tengah

Senin 18 Oct 2021 11:50 WIB

Red: Fuji Pratiwi

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya pada kegiatan panen perdana tanaman jagung melalui program Tanam Jagung Panen Sapi (TJSP) di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Ahad (18/10). Syahrul mengatakan, food estate bisa membantu mengurangi kemiskinan di NTT.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya pada kegiatan panen perdana tanaman jagung melalui program Tanam Jagung Panen Sapi (TJSP) di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Ahad (18/10). Syahrul mengatakan, food estate bisa membantu mengurangi kemiskinan di NTT.

Foto: Kementan
Luas kawasan food estate di Sumba Tengah mencapai 10 ribu hektare.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Program Food Estate di Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mampu mengatasi persoalan kemiskinan di daerah itu.

"Program Food Estate di Sumba Tengah sangat berhasil karena mampu mengatasi kemiskinan yang dialami warga di daerah itu," kata Syahrul di Kupang, NTT, Senin (18/10).

Syahrul mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menetapkan Kabupaten Sumba Tengah sebagai kawasan food estate. Food estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan, dalam satu kawasan.

Dia mengatakan, luas kawasan food estate di Sumba Tengah mencapai 10 ribu hektare terdiri atas 5.000 hektare kawasan persawahan dan 5.000 hektare merupakan lahan pertanian lahan kering. Lahan itu untuk pengembangan tanaman jagung dan peternakan.

"Hasil yang diperoleh sangat luar biasa. Program food estate di Sumba Tengah itu sangat berhasil," ujar Syahrul.

Ia mengatakan, keberhasilan Program Food Estate di Sumba Tengah itu mampu mengurang jumlah warga miskin di salah satu kabupaten di Pulau Sumba itu sehingga warga miskin menjadi berkurang. Syahrul mendorong kabupaten-kabupaten yang memiliki warga miskin terbanyak di NTT untuk dapat mengaplikasi Program Food Estate seperti dilakukan di Sumba Tengah dalam mengatasi kemiskinan.

"Kalau mau kaya atau tidak miskin yaitu bertani," ujar dia.

Alam NTT,  lanjut Syahrul, sangat potensial untuk pengembangan usaha pertanian yang mampu membuat petani menjadi kaya dan keluar dari lilitan kemiskinan. Pemerintah akan siap membantu memberikan bantuan pendidikan bagi petani dan bantuan peralatan mesin pertanian untuk pengembangan usaha pertanian.

 

Baca Juga

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA