Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Petani Rejang Lebong Diminta Gunakan Klon Kopi Unggulan

Senin 18 Oct 2021 11:02 WIB

Red: Fuji Pratiwi

Biji kopi (ilustrasi). Petani kopi di Rejang Lebong, Bengkulu, diminta menggunakan klon kopi unggulan.

Biji kopi (ilustrasi). Petani kopi di Rejang Lebong, Bengkulu, diminta menggunakan klon kopi unggulan.

Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN
Kabupaten Rejang Lebong sudah memiliki empat klon kopi unggulan.

REPUBLIKA.CO.ID, REJANG LEBONG -- Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, meminta petani kopi di daerah itu menggunakan klon kopi unggulan. Hal itu agar petani bisa meningkatkan produksi perkebunan mereka.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong Suherman mengatakan, luasan perkebunan rakyat di wilayah itu saat ini mencapai 23.104 hektare. Perkebunan tersebar dalam 15 kecamatan dengan produksi per tahun hingga 18.604,69 ton.

"Kami menyarankan petani kopi di Kabupaten Rejang Lebongmenggunakan klon kopi unggulan. Saat ini kita sudah memiliki empat klon kopi unggulan Kabupaten Rejang Lebong jenis kopi robusta meliputi Sintaro 1, 2, 3 dan Sehasense," kata Suherman, Ahad (17/10).

Dia menjelaskan penggunaan klon kopi unggulan tersebut selain bisa meningkatkan produksi buah hingga mencapai 1,5-2 ton per hektare. Harga jualnya juga lebih tinggi karena masuk dalam jenis kopi berkelas.

Penggunaan klon kopi unggulan ini, kata dia, sangat penting dilakukan karena klon kopi Sintaro 1,2,3 dan Sehasense adalah klon kopi spesial asal Kabupaten Rejang Lebong yang sudah dilepas oleh Provinsi Bengkulu sebagai kopi unggulan di tingkat nasional beberapa tahun lalu.

Pengembangan klon kopi unggulan ini dapat dilakukan petani dengan pola penyambungan atau okulasi dengan mata tunas (entres) dari empat klon kopi Rejang Lebong itu. Dengan begitu, nantinya meningkatkan produksi serta kualitas biji kopi yang dihasilkan.

Menurut Suherman, pengembangan kopi Sintaro ini sudah banyak dilakukan oleh petani yang ada di Desa IV Suku Menanti, Kecamatan Sindang Dataran dengan luasan mencapai ratusan hektare. "Berdasarkan penelitian Pusat Penelitian Kopi dan Koka Jember selama tiga tahun, kopi robusta klon Sintaro 1,2, 3 dan Sehasense memiliki keunggulan dibandingkan dengan varietas kopi lainnya," demikian kata Suherman.

 

Baca Juga

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA