Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Mentan Ingin Sektor Pertanian NTT Berkembang Pesat

Senin 18 Oct 2021 08:47 WIB

Red: Gita Amanda

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya pada kegiatan panen perdana tanaman jagung melalui program Tanam Jagung Panen Sapi (TJSP) di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Ahad (18/10).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya pada kegiatan panen perdana tanaman jagung melalui program Tanam Jagung Panen Sapi (TJSP) di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Ahad (18/10).

Foto: Kementan
Lahan pertanian di NTT sangat luas namun belum dikelola secara optimal

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menginginkan pembangunan sektor pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkembang pesat dengan mengoptimalkan semua lahan potensial sebagai lahan pertanian sehingga kehidupan petani di NTT menjadi lebih sejahtera.

"Provinsi NTT ini sangat potensial dalam sektor pertanian sehingga seharusnya pendapatan petani di NTT sangat tinggi," kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya pada kegiatan panen perdana tanaman jagung melalui program Tanam Jagung Panen Sapi (TJSP) di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Ahad (18/10).

Menurut dia, lahan pertanian di NTT sangat luas namun belum dikelola secara optimal karena masih banyak lahan potensial yang belum dijadikan sebagai lahan pertanian. Menurut dia, apabila semua lahan potensial yang belum dimanfaatkan itu bisa dikelola secara optimal maka kesejahteraan petani provinsi berbasis kepulauan ini menjadi lebih makmur.

"Kenapa petani di Jawa, Sulawesi bisa sejahtera dibandingkan di NTT yang kaya akan sumber daya alamnya yang melimpah, karena lahan banyak lahan potensial di NTT yang belum dikelola secara baik," tegasnya.

Ia mengatakan, Pemerintah tentu akan membantu para petani di NTT melalui pemberian bantuan alat mesin pertanian, pembangunan jaringan irigasi, bibit ternak, bibit tanaman maupun pelatihan-pelatihan bagi petani agar pengelolaan lahan pertanian menjadi lebih baik guna meningkatkan kesejahteraan petani di NTT.

Menteri Syahrul Yasin Limpo menegaskan, petani di NTT bisa menjadi kaya seperti petani di Jawa, Bali dan Sulawesi Selatan apabila bisa mengolah lahan pertanian secara optimal dan profesional sehingga hasil pertanian menjadi melimpah.

"Harga jagung di Surabaya saat ini mencapai Rp 6.000 per kilogram (kg) sementara di Kupang hanya Rp 3.500 per kg tentu murah sekali. Pemerintah NTT harus bisa melakukan berbagai upaya agar harga jagung di NTT bisa di atas Rp 3.500 per kg, sehingga petani di NTT menjadi lebih sejahtera," kata Syahrul Yasin Limpo di hadapan Bupati Kupang, Korinus Masneno.

sumber : antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA