Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Wednesday, 4 Jumadil Awwal 1443 / 08 December 2021

Maulid Nabi: Muhammad SAW Muda Penikmat Sajak dan Syair

Senin 18 Oct 2021 08:04 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Nashih Nashrullah

Muhammad SAW kerap turut mendengarkan syair para pujangga. Kaligrafi Muhammad SAW. Ilustrasi

Muhammad SAW kerap turut mendengarkan syair para pujangga. Kaligrafi Muhammad SAW. Ilustrasi

Foto: .
Muhammad SAW turut mendengarkan syair para pujangga

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rasulullah Muhammad SAW adalah sosok yang dikenal mempunyai kelembutan hati. Di antara bentuk kelembutan hati dan kecintaannya terhadap keindahan adalah, beliau dikenal sebagai sosok penikmat syair dan sajak sewaktu masih muda.  

Husen Heikal dalam bukunya Sejarah Muhammad, untuk mengusir kejenuhan dari aktivitasnya, Muhammad berjalan dari satu tempat, ke tempat lain. Terutama ketika tiba bulan-bulan suci, kadang beliau tinggal di Makkah dengan keluarga, kadang pergi bersama mereka ke pekan-pekan yang berdekatan dengan ‘Ukaz, Majanna, dan Dhu’l-Majaz.

Baca Juga

"Muhammad mendengarkan sajak-sajak yang dibawakan penyair-penyair Mudhahhabat dan Mu’allaqat," kata Husen Heikal. 

Di tempat itu Muhammad, mendengarkannya dan terpesona oleh sajak-sajak yang fasih melukiskan lagu cinta dan puisi-puisi kebanggaan, melukiskan nenek moyang

mereka, peperangan mereka, kemurahan hati dan jasa-jasa mereka. Di tempat itu juga didengarnya ahli-ahli pidato di antaranya orang-orang Yahudi dan Nasrani yang membenci paganisme Arab. 

"Mereka bicara tentang kitab-kitab suci Isa dan Musa, dan mengajak kepada kebenaran menurut keyakinan mereka," katanya. 

Dinilainya semua itu dengan hati nuraninya, dilihatnya ini lebih baik daripada paganism yang telah menghanyutkan keluarganya itu. Tetapi apa yang sedang di depannya itu tidak  sepenuhnya membuat dia merasa lega berada di dunia yang fana. 

Dengan demikian sejak muda belia takdir telah mengantarkannya ke jurusan yang akan membawanya ke suatu saat bersejarah, saat mula pertama datangnya wahyu. Ketika itu Tuhan semesta Allah SWT memerintahkan dia menyampaikan risalah-Nya itu. "Yakni risalah kebenaran dan petunjuk bagi seluruh umat manusia," katanya.    

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA