Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Empat Pemikiran Gubernur dalam Munas Alim Ulama PPP

Senin 18 Oct 2021 07:09 WIB

Rep: S Bowo Pribadi / Red: Agus Yulianto

Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa

Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa

Foto: Antara/Reno Esnir
Keempatnya dinilai memiliki kekhasan serta kelebihan sebagai kepala daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Agenda Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Fadhlul Fadhlan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, Ahad (17/10) menjadi spesial.

Kegiatan yang dihelat hingga Senin (18/10) mengundang empat gubernur berpengaruh di Jawa. Keempatnya, adalah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa serta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa mengaku, punya alasan tersendiri untuk mengundang empat kepala daerah tersebut. Keempatnya dinilai memiliki kekhasan serta kelebihan sebagai kepala daerah dengan jumlah penduduk terbanyak di Jawa.

Termasuk juga dengan pengalaman masing- masing. “Maka PPP ingin meminjam ide-ide serta pemikiran mereka,” ungkapnya saat dikonfirmasi usia membuka Munas) Alim Ulama PPP, di Ponpes Fadhlul Fadhlan.

Bu Khofifah misalnya, jelas Suharso, merupakan perempuan untuk menunjukkan isu gender dan di PPP tidak ada masalah. Selain itu, baik Khofifah Indar Parawansa, Anies Baswedan maupun Ridwan Kamil, relatif tidak berpartai.

Kendati Khofifah pernah di PPP–secara formal-sekarang punya jarak yang sama dengan semua partai. “Nah, kalau Gubernur Jawa Tengah, Pak Ganjar kan tuan rumah,” tambahnya.

Dalam pidato pembukaan Munas Alim Ulama PPP di Semarang ini, Suharso Monoarfa juga menegaskan, ulama memiliki peranan yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Maka, PPP memberikan posisi yang tinggi bagi para ulama, salah satunya melalui Majelis Syariah di Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Dia juga menekankan, agar PPP dan ulama turut serta dalam upaya merawat serta menjaga persatuan bangsa secara terus menerus. “Namun hal itu memang tidak mudah dan butuh upaya dari semua pihak secara bersama- sama, tidak hanya para ulama,” tegasnya.

Pada pembukaan acara Munas Alim Ulama PPP, Ahad siang, dari empat gubernur yang diundang sebagai narasumber, baru Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Sementara itu, hingga sore hari, dua gubernur lain belum menampakkan diri di lokasi Munas. Yakni Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa serta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dalam paparannya yang bertema “Membangun Indonesia dari Daerah”, Anies menyampaikan jika keberagaman atau kebhinekaan yang dimiliki bangsa ini merupakan sebuah sunnatullah dan takdir Allah SWT.

Namun persatuan merupakan hasil usaha manusia. “Maka persatuan harus terus didorong guna mewujudkan bangsa yang besar, kuat dan bermartabat,” jelasnya.

Bicara tentang keberagaman, lanjut Anies, di negara India lebih beragam. Afghanistan juga dan  Papua Nugini memiliki lebih banyak bahasa dari pada di Indonesia. Tetapi yang membedakan, di negara Indonesia masih ada Bahasa pemersatu yakni Bahasa Indonesia.

Sedangkan dilihat dari konteks wilayah, Anies juga menceritakan pengalaman membagun Jakarta. Menurutnya, Jakarta saat ini memprioritaskan pembangunan fasilitas yang sama untuk publik.

Melalui hal itu, maka ada interaksi masyarakat dan semuanya sama. Tak ada space pejalan kaki untuk bos, CEO atau pejabat. Hal yang sama juga berlaku di dalam bus, sehingga semua latar belakang akan memperoleh hak sama.

Dengan demikian, semuanya merasa diperlakukan secara adil. “Karena itu, persatuan akan terwujud bilamana ada rasa keadilan,” tandas Anies.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA