Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Pompeo Yakin Arab Saudi Kembali Jalin Hubungan Israel  

Senin 18 Oct 2021 06:37 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nashih Nashrullah

 Mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, menilai kemungkinan Arab Saudi jalin hubungan dengan Israel ada

Mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, menilai kemungkinan Arab Saudi jalin hubungan dengan Israel ada

Foto: AP/Menahem Kahana/Pool AFP
Arab Saudi akan baik dengan Israel jika Biden lebih keras ke Iran

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Mantan menteri luar negeri (menlu) Amerika Serikat (AS) era pemerintahan Donald Trump, Mike Pompeo, mengomentari kemungkinan normalisasi diplomatik antara Arab Saudi dan Israel. 

Menurut dia, hal itu dapat terjadi jika pemerintahan Presiden Joe Biden mengambil sikap lebih keras terhadap Iran.  

Baca Juga

"Saya yakin akan ada lebih banyak negara yang bergabung dengan Abraham Accords dan suatu hari nanti Kerajaan Arab Saudi juga akan bergabung," kata Pompeo dalam sebuah wawancara dengan Telegraph, Ahad (17/10).  

Abraham Accords adalah kesepakatan normalisasi diplomatik Israel dengan beberapa negara Muslim, antara lain Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko. Kesepakatan itu tercapai tahun lalu berkat mediasi yang dimainkan pemerintahan mantan presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pompeo, yang menjabat sebagai menlu pada era kekuasaan Trump, turut berkontribusi dalam pencapaian Abraham Accords. 

Walaupun kini sudah tak menjabat menlu Amerika Serikat, Pompeo yakin Arab Saudi masih berpotensi melakukan normalisasi diplomatik dengan Israel. Namun pemerintahan Biden harus terlebih dulu mengambil sikap keras terhadap Iran. 

"Ada beberapa bagian lain dari teka-teki yang perlu mereka (Saudi) lihat yaitu mereka perlu melihat kepemimpinan Amerika yang kuat, mereka perlu melihat Amerika yang mereka tahu akan mendukung mereka, terutama sehubungan dengan tantangan yang diajukan Iran," kata Pompeo.  

Selain Iran, Pompeo menilai, pemerintahan Biden pun perlu menindak jaringan proksinya, seperti Houthi di Yaman, Hizbullah di Lebanon, Kata'ib Hizbullah di Irak, dan Hamas di Jalur Gaza. 

Dia berpendapat kelompok-kelompok menjadi salah satu sumber instabilitas di kawasan. Saudi, misalnya, harus terus menghadapi ancaman roket yang diluncurkan Houthi.  

Israel pun harus menghadapi ancaman serupa dari Hamas. "Itu bukan kondisi yang melahirkan kapasitas bagi negara-negara untuk membuat keputusan bersejarah, membuat kesepakatan seperti Abraham Accords," kata Pompeo. 

Baca juga : Dubes Jelaskan Pemberian Nama Jalan Mustafa Kemal di Jakarta

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA