Tuesday, 3 Jumadil Awwal 1443 / 07 December 2021

Tuesday, 3 Jumadil Awwal 1443 / 07 December 2021

4 Gejala Awal Stroke Mini yang Kerap Terabaikan

Ahad 17 Oct 2021 19:03 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Stroke mini memiliki kesamaan dengan stroke pada umumnya.

Stroke mini memiliki kesamaan dengan stroke pada umumnya.

Foto: Pixabay
Stroke mini memiliki kesamaan dengan stroke pada umumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serangan iskemik transien (TIA) atau dikenal sebagai stroke mini memiliki kemiripan dengan stroke. Keduanya merupakan serangan yang disebabkan oleh tersumbatnya sebuah arteri yang mengarah ke otak. Yang membedakan, pasien yang mengalami stroke mini bisa kembali normal dalam hitungan menit atau jam.

Karena bisa membaik dalam waktu singkat, banyak orang yang menyepelekan dan menganggap stroke mini bukan masalah serius. Tak sedikit pula orang yang mengalami stroke mini mengabaikan kondisi tersebut tanpa melakukan pemeriksaan ke dokter.

Baca Juga

Padahal, satu dari tiga orang yang terserang stroke mini atau TIA akan mengalami stroke di kemudian hari. Tak hanya itu, sekitar 50 persen kasus stroke mini juga cenderung terulang kembali dalam kurun waktu satu tahun setelah kejadian pertama.

Seperti dilansir Cambridge News, Ahad (17/10), stroke mini memiliki empat gejala awal yang sama dengan stroke. Keempat gejala tersebut dikenal dengan singkatan FAST yang terdiri dari Face (wajah), Arms (lengan), Speech (kemampuan bicara), dan Time (waktu).

Face atau gejala pada wajah yang patut diwaspadai adalah menurunnya salah satu sisi wajah. Pada kondisi ini, orang yang mengalami stroke mini atau stroke mungkin tak bisa tersenyum atau sebelah sisi mata atau mulutnya tampak menurun.

Pada Arms atau lengan, gejala yang perlu diperhatian adalah ketidakmampuan untuk mengangkat kedua lengan dan mempertahankannya. Hal ini disebabkan oleh timbulnya kelemahan atau kebas pada salah satu lengan.

Untuk Speech atau kemampuan bicara, gejala yang bisa dilihat adalah bicara pelo atau tidak jelas. Terkadang, orang yang mengalami stroke mini atau stroke tampak tak bisa bicara meski dalam kondisi terjaga.

Time atau waktu berkaitan dengan kecepatan penanganan. Bila salah satu dari ketiga gejala Face, Arms, atau Speech muncul, langkah yang perlu dilakukan adalah mencari pertolongan medis secepat mungkin.

Pada kasus stroke, ada beberapa gejala lain yang mungkin menyertai. Misalnya lemah atau kebas yang tiba-tiba pada wajah, lengan, atau kaki, khususnya pada sebelah sisi tubuh saja.

Gejala lainnya adalah kebingungan, bicara kurang jelas, atau kesulitan melihat pada salah satu atau kedua mata yang tiba-tiba. Pasien dengan stroke juga bisa mengalami kesulitan berjalan, pening, kehilangan keseimbangan, kurang koordinasi, atau sakit kepala berat tanpa sebab yang diketahui secara mendadak.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA