Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Jokowi Ingin BUMN Cari Mitra Internasional

Ahad 17 Oct 2021 07:48 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Fuji Pratiwi

Presiden Joko Widodo (kedua kiri). Jokowi meminta BUMN mencari mitra internasional.

Presiden Joko Widodo (kedua kiri). Jokowi meminta BUMN mencari mitra internasional.

Foto: ANTARA/BKIP Kemenhub/Daniel Pietersz
Jokowi ingin BUMN Indonesia dapat bersaing di kancah internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perusahaan BUMN agar mencari mitra perusahaan global untuk bekerja sama mengembangkan bisnisnya.

Ia yakin dalam 10 hingga 20 tahun ke depan Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi empat besar dunia. Sehingga akan banyak perusahaan asing yang berminat untuk bekerja sama dengan perusahaan BUMN Indonesia.

"Kalau mau, kita beradaptasi dengan cara paling cepat adalah berpartner. Perusahaan global mana yang paling baik, ajak. Pasti mau dengan kita," ujar Jokowi saat memberikan arahan kepada para direkur utama BUMN di Manggarai Barat, NTT.

Saat ini, kata dia, baru perusahaan perbankan BUMN saja yang telah beradaptasi dengan model bisnis dan teknologi yang baru, termasuk juga PT Telkom Indonesia. Karena itu, Presiden mendorong BUMN lainnya seperti perusahaan yang bergerak di sektor infrastruktur, transportasi, dan juga yang berkaitan dengan pangan, kesehatan, dan juga energi untuk segera mencari mitra.

"Jadi ya sama, untuk BUMN berkaitan dengan pangan, kesehatan, energi, kalau mau cepat ya berpartner, cari partner," ujar dia.

Jokowi ingin BUMN Indonesia dapat bersaing di kancah internasional. Karena itu, ia meminta agar BUMN mampu beradaptasi pada model bisnis yang baru dan juga teknologi yang digunakan.

Agar menjadi perusahaan yang berkembang, Jokowi meminta BUMN Indonesia berani berkompetisi, melakukan transformasi bisnis, dan juga adaptasi teknologi. Selain itu, juga perlu menyiapkan SDM serta ekosistemnya.

Presiden juga mengingatkan BUMN untuk memperhatikan aspek perekonomian dan indikator tingkat efisiensi dari investasinya atau internal rate of return (IRR). Kalkulasi ini penting dilakukan untuk mengetahui pertumbuhannya ke depan.

"Tolong dihitung, karena apa pun BUMN ini adalah perusahaan negara, social impact dihitung juga. Yang paling penting, reviu terus keekonomiannya. Berhitung, kalkulasi, sehingga kita bisa tahu pertumbuhan ke depan itu akan seperti apa," ujar Jokowi.

Baca Juga

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA