Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Sri Mulyani Dorong Pemerataan Pemulihan Ekonomi

Ahad 17 Oct 2021 06:57 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Teguh Firmansyah

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Percepatan pemulihan ekonomi dipengaruhi oleh akses vaksin hingga kapasitas fiskal.

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Pemerintah berupaya mendorong pemulihan ekonomi yang merata. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat pertemuan Komite Pembangunan yang dihadiri oleh Presiden Grup Bank Dunia (WBG), Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF), dan perwakilan negara-negara anggota Grup Bank Dunia, Jumat (15/10) lalu. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani  yang mewakili negara-negara anggota South East Asia Voting Group (SEAVG), menyampaikan percepatan pemulihan ekonomi bergantung kepada beberapa hal, termasuk pada akses dan distribusi vaksin, kapasitas fiskal, dan rantai pasokan global.

Baca Juga

"Pada sisi lain, kekuatan kebijakan moneter dan fiskal global yang tidak merata dapat menimbulkan kerentanan keuangan, terutama di negara-negara berkembang. Dalam hal ini, Bank Dunia dapat memimpin dan membangun koordinasi yang lebih kuat dengan lembaga keuangan internasional lain untuk memastikan kerja sama kebijakan global yang terpadu guna mengatasi masalah-masalah global tersebut," ujarnya dalam keterangan resmi seperti dikutip Ahad (17/10).

Menurutnya pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa investasi dalam pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons krisis begitu penting. Hal ini dihadapi oleh semua negara akibat pandemi, tapi juga bencana alam dan peristiwa terkait iklim.

"Negara membutuhkan kebijakan, mekanisme, institusi, dan sumber daya yang lebih kuat untuk meningkatkan ketahanan. Dalam hal ini, Grup Bank Dunia harus membantu pada bidang-bidang utama, termasuk memperkuat kerangka fiskal dalam menerapkan kebijakan kontra-siklus dengan lebih baik, mendorong perbaikan modal manusia, dan mengembangkan kualitas dan volume infrastruktur," ucapnya.

Di samping itu, Grup Bank Dunia juga mesti membantu dalam peningkatan akses terhadap energi, pembangunan sistem perlindungan kesehatan dan sosial yang kuat, dan pengembangan infrastruktur digital yang penting untuk memperkuat ketahanan negara.

Sementara itu, pembangunan yang lebih baik, lanjut Sri Mulyani, menuntut investasi yang tegas dan pembiayaan yang inovatif. Komunitas global pun harus membentuk mekanisme pembiayaan yang akan memungkinkan negara-negara, baik secara individu maupun kolektif, merespons secara lebih efektif ancaman global masa depan untuk memulihkan ekonomi global.

"WBG dan IMF harus bekerja sama dengan lembaga keuangan internasional lainnya untuk melengkapi negara-negara dengan sumber daya dan instrumen yang diperlukan guna menciptakan standar yang lebih kuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons terhadap potensi krisis”, ucapnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA