Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Tim Gabungan Tangkap Harimau yang Terkam Dua Warga

Sabtu 16 Oct 2021 21:23 WIB

Red: Ilham Tirta

Seekor harimau sumatera (panthera tigris sumatrae).

Seekor harimau sumatera (panthera tigris sumatrae).

Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA
Korban terakhir diterkam saat main game dan tangannya dibawa lari ke hutan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Tim Gabungan Kepolisian dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi menangkap seekor harimau sumatra (phantera tigrissumatrae) yang telah menerkam hingga tewas dua warga Kabupaten Merangin,Jambi, beberapa waktu lalu. Harimau sumatra itu tertangkap menggunakan perangkap yang dipasang BKSDA Jambi dan Polres Merangin di Desa Air Batu, Merangin.

Kapolres Merangin, AKBP Irwan Andy Purnamawan mengatakan, harimau yang memakan korban jiwa tersebut masuk perangkap sekitar pukul 15.00 WIB. Selanjutnya, dievakuasi oleh pihak BKSDA dan Polsek Sungai Manau.

"Harimau tersebut akan dibawa ke tempat penampungan satwa BKSDA di Kota Jambi dan kini sedang dalam perjalanan dari Desa Air Batu menuju Jambi," kata Irwan, Sabtu (16/10).

Sebelumnya pihak Polres Merangin berkoordinasi dengan BKSDA Jambi untuk memasang perangkap harimau yang belakangan ini telah membuat heboh. Harimau itu menerkam dua warga Renah Pembarap. Korban terakhir pada Rabu (13/10), seorang pemuda bernama Abu Bakar (20 tahun) meninggal dunia diterkam harimau di Bukit Tamenit, Desa Air Baru, Merangin sekitar pukul 17.00 WIB.

Pemuda malang tersebut, diterkam harimau saat sedang mencari sinyal telepon selular bersama ketiga temannya di bukit Tamenit di Desa Air Batu. Setiba di lokasi, korban bersama temanya duduk di pinggir jalan dengan menghadap ke semak-semak hutan.

"Saat sedang asik main game, tiba-tiba datang seekor harimau dari depan korban, menggigit tangan kiri korban dan membawanya ke dalam semak hutan," kata Irwan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA