Sabtu 16 Oct 2021 16:37 WIB

Inggris Minta Uni Eropa Lakukan Perubahan pada Isu Irlandia

Inggris ingin perdagangan dengan Irlandia dipermudah.

Rep: Lintar Satria/ Red: Dwi Murdaningsih
Tampak bendera Inggris atau Union Jack. (ilustrasi)
Foto: Andi Rain/EPA-EFE
Tampak bendera Inggris atau Union Jack. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Menteri Brexit Inggris David Frost mengatakan Uni Eropa harus membuat perubahan signifikan agar kesepakatan mengenai perbatasan Irlandia Utara sesuai  dengan perjanjian Brexit dapat tercapai. Pada Rabu (13/10) lalu Uni Eropa menawarkan paket kebijakan pada Inggris untuk melonggarkan transit barang ke Irlandia Utara. Frost menegaskan proposal Uni Eropa itu tidak dapat diterima.

Situs berita Politico mengatakan Frost menegaskan London ingin Brussel mengambil peran yang lebih besar di Mahkamah Eropa (ECJ) dalam mengawasi Irlandia Utara.

Baca Juga

"Bila kami menemukan solusinya mereka harus melakukannya, harus ada perubahan signifikan bila kami menyepakati solusinya," kata Frost dalam wawancara dengan Politico, Jumat (15/10).

"Yang bisa saya katakan masalah tata kelola perlu ditangani dengan serius dan jika UE bersedia melakukan pembicaran mengenai hal itu di mana mereka bergerak dari posisinya jelas kami senang melakukan pembicaraan," kata Frost.

Perdana Menteri Boris Johnson menandatangani dokumen yang disebut sebagai protokol Irlandia Utara.  Dokumen itu bagian dari perjanjian Brexit tahun 2020 lalu.

Namun sejak itu ia mengatakan perjanjian tersebut ditandatangani dengan tergesa-gesa dan tidak berlaku bagi warga Irlandia Utara. Selama berbulan-bulan Frost meminta Uni Eropa membuat perubahan dalam protokol tersebut demi memudahkan perdagangan barang antara Inggris dan Irlandia Utara. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement