Cara Nabi Muhammad Membalas Perilaku Musuhnya

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Muhammad Hafil

 Sabtu 16 Oct 2021 15:26 WIB

Cara Nabi Muhammad Membalas Perilaku Musuhnya. Foto: Ilustrasi Nabi Muhammad SAW Foto: MGROL100 Cara Nabi Muhammad Membalas Perilaku Musuhnya. Foto: Ilustrasi Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad mendapat banyak tantangan saat menyebarkan Islam.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Dalam menyebarkan ajaran Islam, Nabi Muhammad mendapat banyak tantangan. Salah satunya adalah menanggapi perilaku musuhnya yang selalu bersikap jahat. Namun, Rasulullah selalu menyebarkan perdamaian dan menghindari pertikaian.

Salah satu tetangga Nabi yang merupakan penganut Yahudi sangat membenci Nabi. Setiap hari, ia akan membuah sampah di jalan. Akan tetapi, Nabi tidak pernah menegurnya. Suatu hari, orang Yahudi itu tidak muncul. Nabi mendapat kabar dia tengah sakit.

Baca Juga

Mendengar itu, Rasulullah segera mengunjunginya dan menanyakan kesehatannya. Perilaku Rasulullah yang dibaluti kebaikan membuat orang Yahudi itu memeluk Islam.

Dilansir About Islam, Sabtu (16/10), salah seorang paman Nabi yang dicintai adalah Hamzah. Dalam salah satu pertempuran, Hend istri Abu Sufyan yang merupakan musuh Nabi memerintahkan budaknya untuk menusuk Hamzah dengan panah.

Setelah melihat dia mati, dia bergegas ke tubuhnya, memotong hatinya, dan mulai mengunyahnya sambil dipenuhi amarah. Setelah penaklukan Makkah, Nabi tidak membalas dendam padanya dan menerima dia dan suaminya sebagai mualaf baru.

Kebaikan Rasulullah diungkapkan oleh Anas bin Malik. Diriwayatkan Bukhari, Anas menyebut Nabi tidak pernah menegurnya. Ketika dia melakukan sesuatu, Nabi tidak pernah mempertanyakan cara dia melakukannya dan ketika dia tidak melakukan sesuatu, Nabi tidak pernah mempertanyakan kegagalannya. Nabi adalah sosok yang paling baik hati dari semua pria.

Sikap toleransi seperti itu membuat Rasulullah dihormati termasuk oleh musuhnya. Toleransi membuat kagum musuhnya dan membuat mereka masuk Islam. Diriwayatkan Muslim, saat istri Nabi Aisyah ditanya soal akhlak Nabi, dia berkata akhlak Nabi adalah Alquran.

Nabi membentuk hidupnya sesuai dengan pola hidup dalam bentuk Alquran. Dia tidak pernah memukul seorang pelayan atau wanita. Dia berjuang untuk menegakkan keberan. Rasulullah sangat hati-hati dalam menghindari dosa dan tidak pernah membalas dendam. Perilaku seperti itu yang membuat Nabi dihormati secara universal. n Meiliza Laveda

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X