Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Hubungan Dunia dengan Akhirat Menurut Al Ghazali

Sabtu 16 Oct 2021 06:20 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil

Hubungan Dunia dengan Akhirat Menurut Al Ghazali. Foto: Teladan Imam Ghazali dalam tradisi ilmiah (ilustrasi), ilustrasi ulama

Hubungan Dunia dengan Akhirat Menurut Al Ghazali. Foto: Teladan Imam Ghazali dalam tradisi ilmiah (ilustrasi), ilustrasi ulama

Foto: republika
Al Ghazali menjelaskan hubungan dunia dan akhirat.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Allah SWT menciptakan dunia dan akhirat dengan ketetapan-Nya. Adakah hubungan antara penciptaan keduanya tersebut? 

Majid Irsan Al Kilani dalam buku Model Kebangkitan Umat Islam menjelaskan, ketika Allah SWT menciptkan manusia, Allah menetapkan dunia sebagai bekal perjalanan manusia untuk kembali kepada-Nya. Tujuan Allah SWT menciptakan dunia adalah agar manusia mengambil bagiannya di dunia sebagai bekal terbaik untuk kembali ke alam akhirat.

Baca Juga

Seandainya manusia mengatur urusan dunia dengan adil, maka tidak akan terjadi kezaliman. Namun yang terjadi adalah manusia mengatur dunia dengan hawa nafsu sehingga timbul permusuhan. Karena alasan itulah, manusia membutuhkan seorang penguasa (sultan) untuk mengatur urusan dunia. Sementara di sisi lain, Sultan membutuhkan pedoman untuk dapat mengatur rakyatnya.

Para ulama adalah pihak yang memahami aturan politik dan cara menyelesaikan segala persoalan masyarakat, saat terjadi perselisihan yang didorong oleh hawa nafsu masing-masing. Dengan begitu, kedudukan ulama adalah guru dan penasihat penguasa. Ulama lah yang menunjukkan kepada penguasa tata cara mengatur masyarakat. Sehingga, melalui kebijakan penguasa yang benar, urusan dunia masyarakat akan tertata dengan rapi dan baik. 

Jika urusan duniawi masyarakat tertata dengan rapi dan baik, maka jalan menuju akhirat akan menjadi benar dan lurus. Demikianlah hakikat hubungan antara agama dengan dunia. Al-Ghazali pernah berkata, "Addinu ashlun wassulthaanu haarisun wa maa la ashla lahu famahduhum wa maa laa haarisa lahu fadhaa-i'u,". 

Yang artinya, "Dunia adalah agama adalah dasar, sedang penguasa adalah penjaga. Segala sesuatu yang tidak memiliki dasar akan runtuh. Dan, segala sesuatu yang tidak memiliki penjaga akan terbengkalai,". 

 

 

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA