Saturday, 22 Rabiul Akhir 1443 / 27 November 2021

Saturday, 22 Rabiul Akhir 1443 / 27 November 2021

4 Cara Deteksi Dini Kanker Payudara Secara Mandiri

Sabtu 16 Oct 2021 02:30 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Risiko kanker payudara bisa dikurangi jika ditangani sejak awal. Ilustrasi kanker payudara

Risiko kanker payudara bisa dikurangi jika ditangani sejak awal. Ilustrasi kanker payudara

Foto: AP
Risiko kanker payudara bisa dikurangi jika ditangani sejak awal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Penderita kanker payudara memiliki harapan besar untuk sembuh total jika penyakit tersebut terdeteksi sejak awal sehingga skrining dan deteksi dini penting dilakukan. 

"Dengan deteksi dini, kita bisa menemukan kanker di stadium awal. Angka kesembuhan tinggi dan biaya yang dikeluarkan juga lebih kecil," kata Dokter spesialis bedah onkologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Bob Andinata, dalam webinar di Jakarta, Jumat (15/10).

Baca Juga

Jika ditemukan kanker payudara stadium 0, dr. Bob mengatakan angka kesembuhannya bisa mencapai 99-100 persen. Sedangkan kanker stadium 1, angka kesembuhannya 95-99 persen.

"Kita berharap dengan skrining ditemukan kanker yang stadium 0-1. Tidak usah takut. Pascamenjalani treatment yang tepat, angka kesembuhannya tinggi," ujar dr Bob. 

Namun, jika kanker ditemukan sudah berada di stadium 2, maka angka kesembuhannya berkurang menjadi 70-80 persen. “Sedangkan angka kesembuhan bagi stadium 3 adalah 50 persen dan stadium 4 hanya 20 persen,” kata dr Bob.

Dia menjelaskan, deteksi dini dapat dilakukan dengan Sadari (Periksa Payudara Sendiri) setiap hari ketujuh hingga ke-10 dari hari pertama haid dan Sadanis (Periksa Payudara Klinis) dengan bantuan tenaga kesehatan.

"Kalau sudah menopause, diingat-ingat lagi biasanya haid setiap tanggal berapa, apakah di awal, di pertengahan, atau di akhir bulan," tambahnya.

Pemeriksaan Sadari dapat dilakukan dengan beberapa cara. Cara pertama, angkat tangan sambil bercermin dan periksa apakah ada kemerahan atau bengkak di payudara. 

Cara kedua, Anda bisa meletakkan tangan di pinggang dan periksa payudara seperti cara pertama. 

Cara ketiga, tekan payudara dari atas ke bawah atau melingkar dan rasakan apakah ada benjolan.

Cara keempat, tekan payudara ke arah puting dan lihat apakah ada cairan yang keluar. Sedangkan cara terakhir dapat dilakukan dengan posisi berbaring dan tekan payudara secara melingkar.

Menurut data The Global Cancer Observatory, kanker payudara telah menjadi penyebab kematian nomor dua di Indonesia pada 2020. Adapun gejala klinis kanker payudara, kata dr Bob, biasanya berawal dari benjolan tanpa rasa nyeri sehingga kebanyakan orang merasa tidak perlu memeriksakan diri ke dokter.

"Kalo nyeri, biasanya pasien cepat memeriksakan diri. Tapi kalau tidak nyeri, nanti-nanti terus. Padahal kalau benjolan sudah nyeri, bisa jadi sudah masuk ke stadium 3 atau 4," ujarnya.      

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA