Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Klaten Fokus Antisipasi Penularan Covid-19 di Tiga Titik

Jumat 15 Oct 2021 23:16 WIB

Red: Ani Nursalikah

Klaten Fokus Antisipasi Penularan Covid-19 di Tiga Titik. Anak-anak menggunakan masker saat bermain di salah satu wahana permainan pusat perbelanjaan.

Klaten Fokus Antisipasi Penularan Covid-19 di Tiga Titik. Anak-anak menggunakan masker saat bermain di salah satu wahana permainan pusat perbelanjaan.

Foto: ANTARA/Mohamad Hamzah
Satgas Covid-19 Klaten melakukan operasi pagi dan malam.

REPUBLIKA.CO.ID, KLATEN -- Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah memfokuskan langkah antisipasi penularan Covid-19 di tiga titik, yakni di acara pernikahan, objek wisata, dan pusat kuliner.

Ketua Tim Ahli Satgas Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekminto mengatakan pemerintah daerah aktif melakukan operasi yustisia terutama di tiga titik tersebut. "Kami sudah melakukan mitigasi dan antisipasi untuk resepsi pernikahan, wisata, kemudian yang ketiga adalah kuliner. Operasi ini dilakukan pagi dan malam oleh Satgas Covid-19 tingkat kabupaten dan kecamatan," katanya, Jumat (15/10).

Baca Juga

Sedangkan mengenai kesiapan isolasi terpusat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang ketiga Covid-19, dia mengatakan, sudah disiapkan oleh pemerintah daerah. "Untuk isolasi terpusat hanya satu yang difungsikan yakni Panti Semedi, sedangkan yang lain tidak difungsikan untuk efisiensi, tetapi tetap siaga, di antaranya GOR, hotel, Bayat (Stasiun Lapangan Geologi)," katanya.

Untuk di Panti Semedi masih ada tujuh pasien yang melakukan isolasi di lokasi tersebut. "Sudah menurun tajam untuk pengisiannya. Untuk Panti Semedi sendiri kapasitasnya yang depan ada 38 orang," katanya.

Terkait dengan operasi yustisia, Kepala Satpol PP Kabupaten Klaten Joko Hendrawan mengatakan sasaran dari operasi tersebut yakni lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan, baik pasar, hajatan, maupun objek wisata. "Sedangkan kalau malam berkaitan dengan PKL khususnya di alun-alun. Kami tetap menghindari kemungkinan terjadinya kerumunan, jadi ada batas waktu jam operasional," katanya.

Selain itu, petugas Satpol PP juga memberikan edukasi dan menegur masyarakat yang kedapatan tidak menggunakan masker. "Kami juga bagikan masker ke masyarakat yang tidak mengenakan. Sebetulnya kalau angka pelanggaran masker sendiri sudah turun, masyarakat sekarang sudah sadar. Namun memang masih ada yang abai, dianggap sudah aman," kata Ronny.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA