Friday, 18 Jumadil Akhir 1443 / 21 January 2022

Alasan Film Yuni Terpilih Wakili Indonesia di Oscar 2022

Jumat 15 Oct 2021 20:38 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Dwi Murdaningsih

Film Yuni.

Film Yuni.

Foto: Fourcolours Films
Film Yuni mengangkat isu-isu sensitif dengan sederhana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Seleksi Oscar Indonesia (The Indonesian Oscar Selection Committe) memutuskan memilih film Yuni sebagai wakil resmi Indonesia untuk berlaga di ajang Piala Oscar ke-94 tahun 2022. Yuni masuk untuk kategori The International Feature Film Award. Film yang disutradarai Kamila Andini itu adalah produksi bersama Fourcolours Films dan Starvison.

 

Baca Juga

Keputusan Film Pilihan Komite Seleksi Oscar Indonesia 2021 itu diambil dalam rapat terakhir komite 13 Oktober lalu. Komite Seleksi Oscar Indonesia yang dibentuk oleh pengurus Persatuan Perusahaan Film Indonesia ( PPFI) terdiri atas 13 anggota yang diketuai oleh sineas Hanung Bramantyo.

 

Mereka adalah Alim Sudio, Tya Subiakto, Benni Setiawan, Widyawati, Chand Parwez Servia, Yudi Datau, Deddy Mizwar, Garin Nugroho, Hanung Bramantyo, Ilham Bintang, Sentot Sahid, dan Tittien Wattimena,Zairin Zain. Komite mulai bekerja sejak bulan September lalu.

 

"Komite seleksi Oscar mengkaji bahwa Yuni mampu membawa penonton sangat dekat dengan masalah remaja perempuan dalam usia akil baligh, di tengah perubahan jaman penuh paradoks, baik masalah patriarki, religi, perempuan, sex, dunia kerja serta pendidikan. Sebuah tema yang direlasikan dalam dunia sekolah, rumah dan ruang publik akil balik dalam tuturan sehari-hari," ujar Hanung Bramantyo.

 

Kamila Andini dengan tutur sederhana mampu membawa isu-isu sensitif yang tidak mudah diangkat ke layar lebar. Demikian juga konsep visualnya, melahirkan pengalaman visual sehari-hari yang membawa penonton merasakan hidup di dalamnya, pada gilirannya menjadi potret sosial yang membawa renungan dengan bersahaja namun dalam.

 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA