Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Politikus Jerman Kritik Keras Adzan di Cologne

Jumat 15 Oct 2021 19:47 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Muhammad Hafil

Politikus Jerman Kritik Keras Adzan di Cologne. Foto:   Azan (ilustrasi)

Politikus Jerman Kritik Keras Adzan di Cologne. Foto: Azan (ilustrasi)

Foto: forsil.org
Partai Sayap Kanan Jerman Kritik Keras Adzan di Cologne.

REPUBLIKA.CO.ID,COLOGNE -- Partai sayap kanan Jerman Alternative for Deutschland (AfD) meningkatkan kritiknya terhadap Wali Kota Cologne Henriette Reker karena mengizinkan masjid untuk menyiarkan adzan pada Jumat.

“Keputusan ini memberi kesan Jerman bukan negara Kristen, tetapi negara Muslim,” kata Wakil Juru Bicara AfD Matthias Buschges di Cologne dalam sebuah pernyataan. Cologne adalah salah satu kota terbesar di Jerman dan rumah bagi lebih dari 120 ribu Muslim, hampir 12 persen dari seluruh populasi kota.

Baca Juga

Wali Kota Reker mengumumkan hampir 30 masjid di sana akan diizinkan untuk menyiarkan adzan Jumat melalui pengeras suara pada pekan lalu. “Cologne adalah kota keragaman dan kebebasan beragama. Mengizinkan adzan bagi saya adalah tanda hormat,” ujar dia.

Namun, gerakan Islamofobia dan partai sayap kanan AfD mengkritik keras keputusan Reker dengan alasan ini merupakan tanda dari Islamisasi Jerman. Wakil Juru Bicara Federal AfD Beatrix von Storch mengatakan partainya sangat menentang keputusan ini.

“Seruan muazin bukanlah ekspresi kebebasan beragama, toleransi, dan keberagaman. Ini adalah ekspresi dari klaim politik untuk memerintah, tunduk dan Islamisasi,” kata Storch dalam cicitannya. Menurut kesepakatan antara kota Cologne dan komunitas Muslim setempat, sekarang masjid dapat menyiarkan adzan pada Jumat sore dengan durasi hingga lima menit.

Dilansir Anadolu Agency, Kamis (14/10), konstitusi Jerman menjamin kebebasan beragama, tetapi penyiaran adzan dari masjid telah menjadi kontroversi di beberapa kota karena kerangka legislatif yang berbeda. Jerman memiliki penduduk lebih dari 80 juta orang dengan populasi Muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Prancis.

Di antara hampir 4,7 juta Muslim di sana, tiga juta berasal dari Turki. Jerman telah menyaksikan peningkatkan rasisme dan Islamofobia dalam beberapa tahun terakhir yang didorong oleh propaganda kelompok dan partai sayap kanan dan telah berusaha untuk memicu ketakutan Muslim dan imigran untuk memenangkan lebih banyak suara. 

Sumber:

https://www.aa.com.tr/en/europe/german-far-right-party-opposes-mosque-s-call-to-prayer-in-cologne/2391131

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA