Sunday, 28 Syawwal 1443 / 29 May 2022

Kirim Surat ke PBB, Iran Beri Peringatan Keras ke Israel

Jumat 15 Oct 2021 14:50 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah

Dalam foto file ini dirilis 16 Januari 2021, oleh Pengawal Revolusi Iran, sebuah rudal diluncurkan dalam sebuah latihan di Iran. Upaya awal pemerintahan Biden untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 mendapat tanggapan awal yang dingin dari Teheran. Meskipun hanya sedikit yang mengharapkan terobosan di bulan pertama pemerintahan baru, garis keras Iran menunjukkan jalan yang sulit di depan.

Dalam foto file ini dirilis 16 Januari 2021, oleh Pengawal Revolusi Iran, sebuah rudal diluncurkan dalam sebuah latihan di Iran. Upaya awal pemerintahan Biden untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 mendapat tanggapan awal yang dingin dari Teheran. Meskipun hanya sedikit yang mengharapkan terobosan di bulan pertama pemerintahan baru, garis keras Iran menunjukkan jalan yang sulit di depan.

Foto: AP/Iranian Revolutionary Guard/Sepa
Iran ingatkan Israel jangan sampai salah perhitungan.

REPUBLIKA.CO.ID,  TEHERAN--  Iran telah mengirim surat kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang memperingatkan Israel terhadap spekulasi sikap militer melawan negara itu. Pernyataan itu muncul usai Israel mengungkapkan peluangnya menyerang menyerang Iran sebagai upaya terakhir untuk menghentikan program nuklir negara itu.

"Kami memperingatkan rezim Zionis terhadap kesalahan perhitungan atau petualangan militer yang menargetkan Iran dan program nuklirnya,” tulis  duta besar Iran untuk PBB, Majid Takht Ravanchi, merujuk pada Israel.

Baca Juga

Surat tersebut telah disampaikan pada Kamis (14/10) dan dicetak di Kantor Berita Iran Tasnim. Ravanchi mengatakan Israel telah mengambil ancaman provokatif dan petualangannya ke tingkat yang mengkhawatirkan dalam beberapa bulan terakhir.

Padahal, Ravanchi menyatakan, pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden ingin melanjutkan pembicaraan nuklir. Iran pun sedang membuat persiapan untuk kembali ke Wina untuk negosiasi menghidupkan kembali Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) 2015 pekan depan.

"Ancaman sistematis dan eksplisit oleh rezim Zionis ... membuktikan bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan teroris terhadap program nuklir damai [Iran] di masa lalu," ujar Ravanchi dikutip dari SputnikNews.

Badan intelijen Israel Mossad telah dipersalahkan atas serangkaian pengeboman misterius dan kecelakaan program nuklir Iran dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu yang menyita perhatian adalah pembunuhan siang hari terhadap salah satu ilmuwan nuklir paling senior Iran, Mohsen Fakhrizadeh, di jalan raya di luar Teheran pada November tahun lalu.

Pemerintah Israel sangat kritis terhadap kesepakatan nuklir 2015, dengan mengatakan itu tidak akan menghentikan Iran untuk memperoleh senjata nuklir. Tel Aviv memperingatkan bahwa peningkatan volume dan kemurnian uranium yang diperkaya menunjukkan bahaya yang meningkat dari Teheran.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA