Kamis 14 Oct 2021 21:41 WIB

3 Siswa Positif Covid-19, Pemkab Gunung Kidul Hentikan PTM

PTM dihentikan karena ada tiga siswa yang terkonfirmasi Covid-19.

Siswa memasuki kelas saat uji coba pertemuan tatap muka (PTM) di SMPN 2 Yogyakarta. (ilustrasi)
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Siswa memasuki kelas saat uji coba pertemuan tatap muka (PTM) di SMPN 2 Yogyakarta. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNG KIDUL -- Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menghentikan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP Negeri 2 Panggang. Langkah ini dilakukan karena ada tiga siswa yang terkonfirmasi Covid-19.

"Memang benar ada tiga siswa positif Covid-19. Untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah, kami menghentikan pembelajaran tatap muka di SMP tersebut sampai situasi kondusif," kata Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Gunung Kidul, Tijan, Kamis (14/10).

Ia mengatakan, kasus tersebut bermula ketika seorang siswa mengalami gejala sakit. Setelah diperiksakan, yang bersangkutan terkonfirmasi Covid-19. Pihaknya menduga siswa tersebut tertular saat di rumah.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan bersama Puskesmas Panggang langsung melakukan pelacakan kepada siswa yang memiliki kontak erat dengan siswa terkonfirmasi Covid-19. Hasil pelacakan, petugas mencatat ada dua siswa lain yang terkonfirmasi Covid-19.

"Total ada tiga siswa yang positif Covid-19. Ada kemungkinan siswa tersebut tertular di rumah. Ketiga siswa tersebut saat ini menjalani isolasi," katanya.

Tijan mengatakan, hingga saat ini, hanya SMP Negeri 2 Panggang yang dihentikan PTM hingga batas waktu yang belum ditentukan. Sedangkan sekolah lain tetap melaksanakan PTM terbatas seperti biasa.

"Penutupan sementara hanya berlaku di sekolah yang ditemukan kasus, sedangkan sekolah lain tidak ada kasus, sehingga boleh melaksanakan PTM. Namun demikian, kami berharap gugus tugas Covid-19 di tingkat sekolah harus proaktif dalam penanganan Covid-19 bila ada siswa atau tenaga pendidik yang positif," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty mengatakan, di Gunung Kidul muncul klaster pondok pesantren di Kecamatan Karangmojo, yang 17 santrinya terkonfirmasi Covid-19. "Kami sudah meminta 17 santri Covid-19 untuk melakukan isolasi mandiri," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement