Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Vaksinasi Lansia dan Anak Dipercepat Jelang Akhir Tahun

Kamis 14 Oct 2021 23:23 WIB

Red: Bayu Hermawan

Vaksinasi Covid untuk lansia (ilustrasi)

Vaksinasi Covid untuk lansia (ilustrasi)

Foto: ANTARA / Irwansyah Putra
Pemerintah percepat vaksinasi untuk lansia dan anak jelang akhir tahun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, mengatakan vaksinasi untuk lansia akan terus ditingkatkan. Menurutnya, hal itu sebagai bagian dari strategi pemerintah mencegah ancaman gelombang ketiga Covid-19 di akhir tahun.

"Tingkat vaksinasi lansia perlu terus dikejar, terutama pada wilayah-wilayah aglomerasi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi," kata Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi.

Baca Juga

Sehingga, kata Jodi, jika terjadi gelombang berikutnya, angka kematian akibat Covid-19 dan perawatan di rumah sakit dapat ditekan. "Untuk persiapan Natal dan tahun baru, selain vaksinasi lansia yang perlu ditingkatkan, program vaksinasi untuk anak juga harus segera dilakukan," ujarnya.

Harapannya, imunitas anak dari vaksin Covid-19 sudah terbentuk pada saat liburan Nataru. Selain vaksinasi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga merupakan strategi pemerintah.

"Evaluasi PPKM beserta perpanjangan dan penyesuaiannya diadakan tiap minggu yang dipimpin oleh presiden merupakan strategi yang akan terus dilakukan utamanya dalam menghadapi masa Nataru ini," kata Jodi.

Karena, lanjut dia, lonjakan kasus Covid-19 akhir tahun lalu juga disebabkan libur Nataru. Dia mengungkapkan pada rapat koordinasi Minggu 10 Oktober, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan secara spesifik meminta Kementerian Perhubungan, Polri, gubernur, pangdam, dan kapolda untuk menyiapkan strategi untuk mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19 di akhir tahun.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro mengungkapkan enam cara pemerintah untuk mencegah kenaikan kasus pasca libur Maulid Nabi Muhammad dan liburan panjang Nataru.

Pertama, memastikan pelonggaran aktivitas diikuti pengendalian lapangan yang ketat. Kedua, meningkatkan laju vaksinasi lansia terutama di wilayah aglomerasi dan pusat ekonomi.

Ketiga, mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 pada anak. Keempat, mengantisipasi mobilitas pelaku perjalanan internasional yang berwisata ke Bali.

Kelima, mendorong pemerintah daerah betul-betul serius dalam mengawasi kegiatan masyarakat. Serta terus mengedukasi masyarakat tentang uraian protokol kesehatan. Keenam, mendorong agar masyarakat tetap taat protokol kesehatan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA