Kamis 14 Oct 2021 20:51 WIB

Prinsip Dasar untuk Memulai Investasi Bagi Pemula 

Sebelum beinvestasi, dana yang dimiliki harus dibagi menjadi 5 bagian.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Dwi Murdaningsih
Manajemen keuangan dan investasi (ilustrasi).
Foto: Republika/Prayogi
Manajemen keuangan dan investasi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Dibanding menyimpan uang secara mandiri atau di bank, investasi dinilai mendatangkan keuntungan tersendiri. Dosen Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Chalimatuz Sa'diyah membagikan sejumlah tips investasi untuk pemula.

 

Dia berpendapat, melakukan investasi akan sangat membantu seseorang di momen yang tak terduga.  Sebelum memulai investasi, Chalimatuz menyarankan seseorang harus untuk memisahkan dananya menjadi lima bagian. Bagian-bagian tersebut antara lain dana kebutuhan bulanan, dana darurat, dana investasi, dana tabungan, dan zakat. 

 

Untuk perhitungan dana darurat, kata dia, biasanya seseorang yang masih lajang dianjurkan untuk mempersiapkan dana darurat tiga kali lipat dari pengeluaran bulanan. Sementara itu, untuk yang sudah berkeluarga, dana darurat yang dipersiapkan sebanyak enam sampai dua belas kali pengeluaran bulanan.

 

“Jadi dana yang akan digunakan untuk investasi adalah dana tidak terpakai dan tidak akan digunakan dalam waktu dekat,” jelasnya dalam pesan resmi yang diterima Republika.co.id Rabu (13/10).

 

 

Menurut Chaca, pilihan investasi akan sangat bergantung pada tujuan dan kebutuhan seseorang kedepannya. Karena hal tersebut, pemula harus mempelajari dengan seksama sebelum memulai investasi. "Jangan beli investasi apapun hanya karena ikut-ikutan. Hindari juga investasi yang menjanjikan kentungan terlalu tinggi agar terhindar dari jebakan investasi bodong,” kata dia menambahkan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement