Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Nyaris Gagal Panen, Sawah Petani Subang Diserang Hama

Kamis 14 Oct 2021 19:55 WIB

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad

Petani asal Ciasem Subang mengeluh sawah mereka terkena serangan hama. Padi yang ditanam petani baru berumur 38 hari, terserang wereng dan penggerek batang sehingga petani terancam gagal panen.

Petani asal Ciasem Subang mengeluh sawah mereka terkena serangan hama. Padi yang ditanam petani baru berumur 38 hari, terserang wereng dan penggerek batang sehingga petani terancam gagal panen.

Foto: istimewa
Berkat bantuan dari tim Makmur Pupuk Kujang, serangan hama bisa ditanggulangi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Petani asal Ciasem Subang mengeluh sawah mereka terkena serangan hama. Padi yang ditanam petani baru berumur 38 hari, terserang wereng dan penggerek batang sehingga petani terancam gagal panen.

“Awalnya sempat khawatir karena wereng adalah ancaman nyata, namun berkat bantuan dari tim Makmur Pupuk Kujang, serangan hama bisa ditanggulangi, dan padi tumbuh baik hingga saat ini,” ujar Ketua BUMDES Ciasem, Subang, Nursoleh, dari siaran pers Humas Pupuk Kujang, Kamis (14/10). 

Menurut Nursoleh, ia paham betul kondisi sawah para peserta program Makmur di Ciasem. Sebab, BUMDES berperan sebagai collective agent saat panen di lapangan. Selain itu, BUMDES diberi peran sebagai verifikator saat pengumpulan data, sosialisasi, pembagian pupuk dan biaya tanam."Sawah yang bisa diselamatkan tersebut adalah sawah milik H Muhidin, salah seorang petani peserta program Makmur di Ciasem, Subang," katanya.

Sawah seluas 2 hektare tersebut, digarap bersama Tim Makmur Pupuk Kujang. Jenis tanaman padinya, adalah Pandan Wangi sejak 3 bulan lalu, saat ini kondisi tanaman terpantau baik. 

Sebab, kata dia, di sawah tersebut diaplikasikan berbagai nutrisi tanaman non subsidi yang terbukti bisa meningkatkan hasil panen. Sementara, di sawah H Muhidin, Tim Makmur mengaplikasikan pupuk Nitrea, NPK 30-6-8 Pupuk Kujang yang legendaris dan KCL. 

“Dengan berbagai pupuk non subsidi tersebut, tanaman padi terpantau tumbuh lebih baik dari sebelumnya saat petani di sini menggunakan pupuk subsidi,” kata Nursoleh. 

Saat ini, kata dia, secara kasat mata, padi di sawah tersebut rumpunnya tumbuh lebih banyak, jumlah malai bercabang banyak sangat merunduk karena bulir-bulir padi tumbuh dengan montok dan nampak berisi. “Bulir tumbuh hingga punduk malai. Kalau padi terlihat tumbuh sebaik ini, kami optimistis hasil panen akan sangat baik,” katanya.

Melihat tanaman padi di sawah H Muhidin yang tumbuh baik, kata Nursoleh, sejumlah petani lain di Ciasem mulai menunjukkan ketertarikan kepada program Makmur. Nursoleh menuturkan, setidaknya sudah ada sejumlah petani dengan luas 20 hektare sawah berminat ikut program Makmur.  “Ketertarikan itu muncul setelah petani melihat padi di sawah peserta program Makmur yang tumbuh baik,” kata Nursoleh. 

“Karena petani itu biasanya semakin percaya setelah melihat bukti. Makanya jelang panen saat ini, para petani memperhatikan betul hasil panen para peserta program Makmur,” imbuhnya.

Program Makmur yang diluncurkan Menteri BUMN Erick Thohir merupakan upaya peningkatan kesejahteraan petani yang dijalankan Pupuk Indonesia bersama seluruh anak perusahaannya, termasuk Pupuk Kujang. Sebelumnya, program tersebut bernama Agrosolution. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA