Thursday, 22 Rabiul Awwal 1443 / 28 October 2021

Thursday, 22 Rabiul Awwal 1443 / 28 October 2021

Bulu Kaki Rontok Bisa Jadi Tanda Kolesterol Tinggi

Jumat 15 Oct 2021 03:16 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Qommarria Rostanti

Bulu kaki rontok bisa jadi tanda kolesterol tinggi (ilustrasi).

Bulu kaki rontok bisa jadi tanda kolesterol tinggi (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Kolesterol jarang menghasilkan gejala yang mencolok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kolesterol tinggi umumnya dikaitkan dengan diet lemak jenuh, yang ditandai dengan adanya timbunan lemak di arteri hingga berkontribusi pada pembentukan plak. Kolesterol jarang menghasilkan gejala yang mencolok.

Karena itu, penting untuk waspada terhadap tanda-tanda yang tidak kentara. Munculnya bulu kaki mungkin mencerminkan tingginya kadar kolesterol dalam darah. Karena kolesterol tinggi membuat individu rentan terhadap sejumlah kondisi yang mengancam jiwa, pengobatan yang cepat adalah yang paling penting.

Beberapa tanda pada penampilan rambut Anda, terutama bulu kaki yang tampak jarang, bisa menandakan tingkat kondisi yang sangat tinggi. Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit arteri perifer.

Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), menjelaskan, penyakit arteri perifer (PAD) adalah kondisi umum di mana penumpukan timbunan lemak di arteri membatasi suplai darah ke otot kaki. "Gejala PAD dapat mencakup kerontokan rambut di kaki dan kaki Anda, mati rasa atau kelemahan pada kaki, dan kuku yang tumbuh lambat," demikian penjelasan NHS, dilansir di laman Express, KAmis (14/10).

Kondisi itu biasanya disebabkan oleh aterosklerosis, yang mengacu pada akumulasi plak berisi kolesterol di arteri dan berpotensi fatal. Saat timbunan lemak ini menumpuk di arteri, aliran darah ke bagian tubuh tertentu menjadi terbatas, menyebabkan komplikasi di kaki. Meski kondisi itu sendiri tidak dianggap mematikan, bisa jadi itu pertanda ada penyumbatan di tubuh yang bisa menyebabkan serangan mematikan.

"Pencegahan penting karena PAD dapat menyebabkan kerusakan yang meluas, membatasi aktivitas, dan terkadang menyebabkan kematian," kata mantan editor eksekutif di Harvard Health, Partick J Skerrett.

Tanda-tanda aliran darah yang buruk mungkin termasuk hilangnya rambut kaki, yang dalam kasus ekstrem, dapat menyebabkan amputasi kaki. Dalam satu makalah terbuka 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Nature Scientific Reports, para peneliti dari Johns Hopkins Medicine di Baltimore menunjukkan bahwa diet tinggi makanan sarat kolesterol berdampak langsung pada penampilan rambut.

Mereka menetapkan bahwa kolesterol tinggi menyebabkan peradangan kulit, yang pada gilirannya memengaruhi rambut rontok dan pemutihan rambut. "Sayangnya banyak orang, dan itu termasuk dokter, tidak menyadari penyakit arteri perifer, atau mereka menghubungkan gejalanya dengan sesuatu yang lain, seperti radang sendi atau bertambah tua," kata dokter Reena L Pande.

Faktanya, hanya sekitar sepertiga dari mereka yang menderita PAD diperkirakan menghasilkan gejala yang nyata. Sepertiga pasien lainnya melaporkan gejala samar lainnya seperti kehilangan kekuatan dan kemampuan bergerak yang rendah. Sisanya melaporkan memiliki gejala yang jelas seperti nyeri kaki, luka yang tidak kunjung sembuh, dan rasa dingin pada tungkai atau kaki.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA