Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Oposisi Jepang Dorong Pemerintah Atasi Ketimpangan

Jumat 15 Oct 2021 00:02 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Seorang warga melintas di depan papan pengumuman bursa saham Jepang di Tokyo, Senin (24/6). Oposisi terbesar pemerintah Jepang akan mencoba memperpendek ketimpangan ekonomi.

Seorang warga melintas di depan papan pengumuman bursa saham Jepang di Tokyo, Senin (24/6). Oposisi terbesar pemerintah Jepang akan mencoba memperpendek ketimpangan ekonomi.

Foto: AP Photo/Eugene Hoshiko
Oposisi terbesar pemerintah Jepang akan mencoba memperpendek ketimpangan ekonomi

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Oposisi terbesar pemerintah Jepang, Constitutional Democratic Party of Japan (CDPJ), mengatakan jika menang dalam pemilihan 31 Oktober mendatang mereka akan mencoba memperpendek ketimpangan ekonomi dengan redistribusi kekayaan.

Itu adalah posisi yang digaungkan oleh Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, yang juga ketua Partai Demokrat Liberal (LDP), mengaburkan perbedaan kebijakan antara LDP dan CDPJ menjelang pemilihan majelis rendah.

"(Mantan perdana menteri Shinzo) Abe mengatakan kenaikan upah dan pertumbuhan distribusi telah tercapai, tapi tidak ada pertumbuhan dalam delapan, sembilan tahun terakhir dan tidak ada kenaikan upah," kata ketua CDPJ Yukio Edano, Kamis (14/10).

"Jika kami tidak mendistribusikan kekayaan lebih dahulu tidak akan ada pertumbuhan yang tercapai, ini perbedaan yang agak jelas (antara dua partai)," tambahnya.

Ditanya apakah CDPJ memiliki peluang menggantikan LDP sebagai partai berkuasa dalam pemilihan mendatang. Edano menjawab kemungkinannya sebaik rata-rata pukulan pemain baseball Shohei Ohtani di Liga Utama Amerika Serikat (AS).

"Kami menontonnya di televisi, menunggu dengan penuh semangat ia memukul home run, saya yakin orang-orang juga memiliki antisipasi yang sama," katanya.

Tahun ini pemain Los Angeles Angels itu menunjukkan pukulan dan permainan level elite. Rata-rata pukulannya 0.257. Jajak pendapat yang digelar stasiun televisi NHK yang dirilis Senin (11/10) menunjukkan hanya 6,1 persen responden yang memilih CDPJ. Jauh di bawah LDP yang sebanyak 41,2 persen.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA