Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Rooney Ungkap Penderitaan yang Membuatnya Temperamental

Kamis 14 Oct 2021 15:40 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Wayne Rooney

Wayne Rooney

Foto: REUTERS/Carl Recine
Rooney menjalani masa muda yang penuh beban, baik di klub maupun negara.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Mantan striker Manchester United (MU) Wayne Rooney mengungkapkan kisah perjuangannya dalam menjalani masa-masa sulit di hidupnya saat bersama Iblis Merah dan timnas Inggris. Kisah tersebut ia ungkapkan dalam sebuah film domumenter yang akan diputar di Amazon Prime awal tahun depan.

Rooney ingin memberikan wawasan tentang apa yang terjadi di dalam kepalanya sepanjang karier sepak bolanya. Ayah empat anak tersebut mengakui mencoba mengelola masa-masa sulit dalam hidupnya yang berat sehingga terkadang menimbulkan reaksi salah di lapangan.

“Ketika Anda mengalami masa sulit di belakang layar, tidak banyak orang yang tahu. Istri saya, orang tua saya, orang tua Coleen. Siapa yang tahu apa yang Anda alami saat itu. Tetapi sulit untuk benar-benar menutupinya ketika Anda mulai bekerja - Anda berada di sekitar rekan satu tim Anda, Anda berada di sekitar manajer Anda. Jadi terkadang sulit,” kata Rooney menurut The Sun, dilansir dari Daily Mail, Kamis (14/10).

Dalam film dokumenter tersebut, ia juga mengungkapkan bagaimana mencari bantuan demi kesehatan mentalnya ketika mendapatkan tekanan saat bermain. Tekanan dari penggemar MU dan timnas Inggris cukup memengaruhi mentalnya.

Rooney sudah mendapatkan sorotan banyak orang ketika usianya masih 16 tahun. Tekanannya semakin besar sejak usia 17 tahun bermain untuk negaranya. Ia memperkuat MU pada 2003-17 dan timnas Inggris 2003-2018. Beban tugas di dua kubu itu sangat menekan Rooney hingga tak heran perilaku temperamentalnya sering terlihat di lapangan.

“Sepanjang kehidupan olahragawan muda, mereka melewati masa-masa sulit dan ada banyak dari saya yang berbicara tentang saat-saat di mana saya benar-benar sedih, saya tidak ingin berada di dekat siapa pun,” katanya.

Salah satu yang mengganggu pikiran Rooney adalah kartu merah di Piala Dunia 2006 melawan Portugal. Ketika itu, rekan satu timnya di MU, Cristiano Ronaldo menuding Rooney menginjak Ricardo Carvalho. Ada perasaan berkecamuk pada diri Rooney.

Ia duduk di ruang ganti sendirian sambil menyadari bawah Inggris berpotensi besar tersingkir dari Piala Dunia. Jika pun lolos, kemungkinan besar akan tersingkir di semifinal atau final.

“Ini adalah proses pemikiran tentang apa yang ada di kepala Anda di usia yang begitu muda, mengetahui bahwa bagaimanapun Anda telah mengecewakan negara Anda, mengecewakan diri Anda sendiri. Ini akan menarik untuk dilihat,” jelasnya.

Film dokumenter tersebut juga menggambarkan tentang pendidikan keras di sebuah dewan estate di Croxteth. Ia juga mengaku terlibat perkelahian dengan ayahnya Thomas.

“Aku bukan anak yang paling baik. Saya memiliki banyak pertengkaran ketika saya masih muda. Aku sudah bertengkar hebat dengan ayahku dan dia akan menamparku,” ungkapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA