Thursday, 22 Rabiul Awwal 1443 / 28 October 2021

Thursday, 22 Rabiul Awwal 1443 / 28 October 2021

Belum Semua Taman di Kota Bogor Dijaga Park Ranger

Kamis 14 Oct 2021 15:03 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Andi Nur Aminah

Polisi taman (Park Ranger) mengenakan topi koboi menjaga dan mengawasi aktivitas warga di Taman Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat (ilustrasi)

Polisi taman (Park Ranger) mengenakan topi koboi menjaga dan mengawasi aktivitas warga di Taman Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat (ilustrasi)

Foto: Antara/Arif Firmansyah
Dari 16 taman yang ada di Kota Bogor, hanya tujuh yang dijaga oleh park ranger.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Taman-taman di Kota Bogor yang kerap dijadikan tempat tawuran pelajar menjadi sorotan, salah satunya Taman Palupuh di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara. Oleh karena itu, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor siap untuk menambah park ranger dan sarana prasarana taman demi memaksimalkan penjagaan.

Kadisperumkim Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan, park ranger yang ada di taman-taman Kota Bogor saat ini bertugas menjaga taman. Untuk keamanan, pihaknya bersinergi dengan TNI-Polri dan Satpol PP.

Baca Juga

Esti menyebutkan, dari 16 taman yang ada di Kota Bogor, hanya tujuh di antaranya yang dijaga oleh total 78 park ranger. Tujuh taman tersebut, tidak termasuk Taman Palupuh.

“Sebenarnya Palupuh sendiri bukan favorit untuk nongkrong-nongkrong. Karena favorit nongkrong itu Sempur, dalam kota. Tugas kami park ranger ini kita posisikan menjaga keamanan dan ketertiban dalam penggunaan taman dan sekitarnya,” ujar Esti, Kamis (14/10).

Lebih lanjut, Esti mengatakan, kejadian ditikamnya pelajar SMAN 7 Bogor pada Rabu (6/10) lalu, tidak terjadi di Taman Palupuh. Dia pun belum mendapat laporan, taman mana saja yang kerap dijadikan tempat berkumpul atau nongkrong para pelajar.

Kendati demikian, dia mengatakan, di Disperkumkim Kota Bogor terdapat pengawas, dan tim komando yang mengkoordinasikan pengawasan di taman-taman. “Cuma //kan kembali lagi, //park ranger tugasnya adalah penjaga kemanan dan ketertiban dan sarana prasarana yang ada di taman,” tuturnya.

Di samping itu, dia mengaku siap jika harus menambah park ranger di taman-taman tersebut. Namun, hal itu harus dipetakan agar sesuai dengan kebutuhan dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk menggaji mereka.

Dengan adanya penambahan park ranger, Esti mengatakan, justru tugas park ranger yang ada saat ini akan menjadi lebih ringan. Dia pun menjadi lebih mudah mengatur shift pergantian kerja dari para park ranger. Sekaligus untuk memaksimalkan penjagaan di taman-taman yang memang pelu park ranger.

“Kalau kami sih Disperumkim semakin banyak personel ya Alhamdulillahh. Tapi kembali lagi untuk cakupan APBD-nya cukup atau tidak, anggarannya ada atau tidak, kalau memang kita diturunkan lagi ada PKWT untuk park ranger lagi siap,” ucapnya. Dia menambahkan, Disperumkim Kota Bogor tengah menginventarisasi sarana dan prasarana taman. Diharapkan, pada 2022 akan ada penerangan tambahan.

Terpisah, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengaku akan mengevaluasi penjagaan di Taman Palupuh. Dengan melibatkan pemerintahan wilayah, dan dikoordinasikan dengan park ranger dan Satpol PP Kota Bogor. “Kita akan koordinasikan lagi. Mungkin perlu penerangan, perlu CCTV, dan lain-lain. Kita akan evaluasi semuanya,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Said Muhamad Mohan meminta agar titik-titik lokasi kekerasan pelajar, yang diketahui berada di taman-taman Kota Bogor yang jarang diperhatikan. Dia pun meminta Disperumkim Kota Bogor, agar lebih memperhatikan dan memaksimalkan penjagaan di taman-taman yang ada di Kota Bogor, bukan hanya di tengah kota.

Sejumlah sarana dan pra sarana di taman-taman tersebut juga diperhatikan. Mohan menyebutkan, di antaranya seperti penerangan, dipasang kamera CCTV, dan pengeras suara. Agar kerumunan dan kegiatan negatif yang dikhawatirkan terjadi, bisa dibubarkan dari jarak jauh. “Jangan hanya membuat taman dan dibiarkan, tapi juga dilakukan perawatan, penjagaan agar tidak timbul kegiatan yang sifatnya negatif di sana,” ujar Mohan.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA