Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Maarif Fellowship Undang Generasi Milenial Jadi Peneliti

Kamis 14 Oct 2021 14:24 WIB

Red: Irwan Kelana

Maarif Institute mencari peneliti muda lewat Maarif Fellowship (MAF) 2021 yang diluncurkan pada Kamis (14/10)..

Maarif Institute mencari peneliti muda lewat Maarif Fellowship (MAF) 2021 yang diluncurkan pada Kamis (14/10)..

Foto: Dok Maarif Institute
Maarif Fellowship menjadi ajang kompetisi intelektual di kalangan anak anak muda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Maarif  Institute yahun ini kembali menggelar launching dan diskusi Maarif  Fellowship (MAF) 2021, Kamis  (14//10).  MAF 2021 mengusung tema  “Muhammadiyah dan Penguatan Semangat Keindonesiaan; Sosial, Ekonomi, Pendidikan”.

Salah satu tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah melakukan kaderisasi intelektual pada kaum muda Indonesia untuk menjadi intelektual yang kritis, mencerahkan, dan memihak pada kemanusiaan dan keadilan sosial. Melalui kegiatan ini pula, diharapkan generasi muda Indonesia turut serta mencari jawaban terhadap berbagai persoalan sosial keagamaan, dan memiliki perspektif, sikap intelektual yang kritis dalam memotret dinamika, perubahan dan perkembangan kehidupan keberagamaan di Indonesia.

Agenda ini diawali dengan seminar pembukaan sekaligus launching kegiatan Maarif Fellowship. Acara ini dibuka oleh Abd  Rohim Ghazali selaku direktur eksekutif  Maarif  Institute  dan Muhammad Sabeth Abilawa  selaku dirut Lazismu.

Dalam sambutannya, Abd  Rohim Ghazali  mengatakan,  salah satu tujuan kegiatan MAF ini adalah memperkuat tradisi riset serta kaderisasi intelektual di kalangan generasi muda milennial. “Buya memiliki cita-cita besar dan terus-menerus gelisah terhadap krisis yang menerpa bangsanya. Karena itu, saya berharap, kegiatan MAF ini bisa menjadi virus positif di kalangan generasi muda. Setidaknya mereka mempunyai pandangan kritis dan sikap intelektual yang relatif sama dengan Buya Syafii Maarif (pendiri Maarif Institute, Red), serta Maarif Institute dalam memotret dinamika perkembangan sosial-keagamaan di Indonesia’, jelas Rohim seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Muhammad Sabeth, bahwa kegiatan ini bisa menjadi ajang kompetisi intelektual di kalangan anak anak muda. “Saya berharap anak-anak muda yang mengikuti kegiatan ini, mampu menjadikan sosok Buya Syafii, sebagai spirit intelektual yang berani menyuarakan kebenaran,” ujarnya.  

Hadir sejumlah narasumber sekaligus sebagai dewan juri dalam acara launching ini. Mereka antara lain Prof  Alimatul Qibtiyah  PhD, Prof Hilman Latif  PhD, dan Dr  Mukhaer Pakkanna. Bertindak sebagai keynote speech, Prof  Dr  Zakiyuddin Baidhawi (rektor IAIN Salatiga). Acara ini dimoderatori oleh Neni Nur Hayati (direktur eksekutif DEEP)

Acara diskusi dan launching MAF ini sekaligus sebagai undangan bagi generasi muda milenial yang tersebar di berbagai propinsi di seluruh pelosok Nusantara.  Program fellowship ini akan berlangsung selama tujuh bulan. Terdiri dari tahap seleksi, riset, penulisan, dan penganugerahan. Fellowship ini ditujukan untuk mahasiswa S1 yang punya keinginan kuat dalam bidang penelitian dan penulisan.

Peserta yang mengikuti acara ini adalah para mahasiswa S1, atau yang kini sedang dalam proses menyusun karya ilmiah (skripsi). Untuk mengikutinya, para peserta diwajibkan membuat proposal mengenai tema-tema yang telah ditentukan dengan mencantumkan sejumlah sumber bacaan yang relevan. Para peserta yang telah membuat proposal riset diminta untuk mempresentasikannya di depan dewan juri Maarif Fellowship. Selanjutnya, para peserta yang lolos seleksi diumumkan dan dilanjutkan dengan dimulainya program fellowship. 

Selama satu minggu, peserta yang terpilih akan mendapatkan orientasi mengenai penulisan ilmiah, metode referensi (pengutipan), metode penelitian, public speaking, persiapan bahan untuk presentasi, dan excursion. Para peserta yang telah lolos seleksi menjalani program riset dan penggalian data tentang tema yang ditulisnya selama kurang lebih tiga bulan. 

“Selama penelitian berjalan, para dewan juri akan memberikan supervisi pada proses riset dan penulisan fellowship mereka. Naskah hasil riset para pemenang Maarif  Fellowship akan diterbitkan oleh Maarif  Institute. Jelasnya, kegiatan fellowship ini bertujuan untuk menyemarakkan kembali dinamika pemikiran sosial, politik, dan keagamaan di Indonesia dengan mengusung diskursus yang serius dan mendalam,”  jelas Shofan, direktur program Maarif  Institute.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA