Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Abaikan Inggris, Ini alasan Musiala Pilih Timnas Jerman

Kamis 14 Oct 2021 14:55 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Muhammad Akbar

Pemain muda 17 tahun Bayern Muenchen Jamal Musiala merayakan golnya ke gawang Lazio pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, di Stadion Olimpico, Roma, Rabu (24/2) dini hari WIB.

Pemain muda 17 tahun Bayern Muenchen Jamal Musiala merayakan golnya ke gawang Lazio pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, di Stadion Olimpico, Roma, Rabu (24/2) dini hari WIB.

Foto: EPA/ MAURIZIO BRAMBATTI
saya hanya berpikir apa yang terbaik untuk saya

REPUBLIKA.CO.ID, MUENCHEN -- Jamal Musiala salah satu pesona baru di sepak bola. Ia telah menjadi bintang Bayern Muenchen pada usia 18 tahun.

Aksi impresifnya bersama Muenchen membuat Jamal dilirik tim nasional Jerman. Sejak Februari 2021, ia membela der Panzer level senior. Bukan keputusan yang mudah.

Pasalnya sang wonderkid juga memiliki darah Inggris. Ayahnya berasal dari Inggris, ibunya  keturunan Jerman. Ia lahir di Stuttgart.

"Terkadang saya tidak suka memikirkannya karena ini keputusan sulit. Pada akhirnya, saya hanya berpikir apa yang terbaik untuk saya dan, di mana itu akan terasa paling nyaman. Saya memilih Jerman dan anda tidak dapat melihat ke belakang," kata Jamal, dikutip dari BBC, Kamis (14/10).

Ia merasa membuat pilihan tepat. Ia tampil di Piala Eropa 2020. Justru the Three Lions yang melaju lebih jauh.

Skuat polesan Gareth Southgate lolos ke final. Jamal tak menyesali apa yang ia putuskan. Pada saat yang sama, ia tetap mencintai Inggris.

Ia memiliki sahabat di the Three Lions saat ini. Sosok tersebut bernama Jude Bellingham. Keduanya memperkuat skuat negeri Ratu Elisabeth di berbagai tingkatan umur, level yunior.

"Saya selalu mendoakan yang terbaik untuk Jude, dan jika Inggris baik-baik saja, saya senang," ujar Jamal.

Ia mengenang kebersamaan mereka di timnas Inggris level yunior beberapa  saat lalu. Keduanya sangat dekat. Kini masing-masing sudah menjalani petualangan berbeda.

Jamal bersama Muenchen dan Jerman. Sementara Bellingham menjadi bintang Borussia Dortmund serta the Three Lions.

"Ini gila, karena dulu kami bermain bersama di Inggris, dan sekarang kami memiliki sedikit persaingan," ujar sosok yang juga pernah menimba ilmu di akademi Chelsea itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA