Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Taliban Bentuk Komisi untuk Singkirkan Anggota yang Membelot

Kamis 14 Oct 2021 14:02 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

 Juru bicara pemerintah Taliban Zabihullah Mujahid memberikan konferensi pers di Kabul, Afghanistan, Selasa, 21 September 2021. Taliban telah memperluas Kabinet sementara mereka dengan menunjuk lebih banyak menteri dan wakil, tetapi gagal untuk menunjuk seorang wanita.

Juru bicara pemerintah Taliban Zabihullah Mujahid memberikan konferensi pers di Kabul, Afghanistan, Selasa, 21 September 2021. Taliban telah memperluas Kabinet sementara mereka dengan menunjuk lebih banyak menteri dan wakil, tetapi gagal untuk menunjuk seorang wanita.

Foto: AP/Bernat Armangue
Komisi bentukan Taliban ini terdiri atas perwakilan kementerian dan intelijen

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Imarah Islam Afghanistan telah membentuk komisi khusus untuk mendepak pihak-pihak yang menyalahgunakan nama Taliban, tidak memperlakukan orang dengan baik, dan memiliki latar belakang yang buruk. Komisi itu diberi nama Komisi Filtrasi Pasukan.

Dilansir Khaama Press News Agency pada Kamis (14/10), komisi ini terdiri dari perwakilan Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri, dan Direktorat Tinggi Intelijen. Komisi tersebut secara resmi diumumkan pada Rabu (13/10).

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Saeed Khostai mengatakan komisi tersebut akan berfungsi di semua provinsi di Afghanistan dan kepala intelijen provinsi akan memimpin kantor komisi provinsi. Khostai tidak merinci lebih lajut tentang pihak mana saja yang telah menyalahgunakan nama Taliban dan berbuat kekerasan.

Khostai menyebut ada beberapa orang yang menentang pemerintah dan sistem hukum Islam. Imarah Islam Afghanistan membentuk komisi setelah ada orang-orang bersenjata yang memasuki rumah warga dan berpura-pura menjadi pejuang Taliban.

Imarah Islam Afghanistan akan memulangkan para pejuang Taliban yang tidak dapat menghadapi warga Kabul dan perempuan. Para pejuang tersebut akan dipulangkan ke provinsi asal mereka.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA