Friday, 23 Rabiul Awwal 1443 / 29 October 2021

Friday, 23 Rabiul Awwal 1443 / 29 October 2021

Rover Australia akan Jelajahi Bulan pada 2026

Kamis 14 Oct 2021 12:56 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Bulan.

Ilustrasi Bulan.

Foto: Dom
Rover Australia akan membantu NASSA untuk mengambil batu dan debu bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Sebuah rover buatan Australia akan menjelajahi Bulan pada awal 2026 dalam kunjungan singkat pertama negara itu ke dalam eksplorasi bulan. Australia telah menandatangani kesepakatan dengan Badan Antariksa Amerika (NASA) untuk mengembangkan rover kecil yang akan memiliki kemampuan untuk mengambil batu dan debu bulan, serta membawanya kembali ke pendarat bulan yang dioperasikan oleh NASA.

Tanah bulan, atau regolith, diperkirakan mengandung oksigen dalam bentuk oksida. Dengan menggunakan peralatan terpisah, NASA bertujuan untuk mengekstrak oksigen dari sampel.

Baca Juga

“Ini adalah langkah kunci untuk membangun kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan, serta mendukung misi masa depan ke Mars,” kata pemerintah Australia dalam sebuah pernyataan, dilansir dari CNN, Kamis (14/10).

Perjanjian tersebut, yang mencakup kontribusi sebesar 37 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp 524,8 miliar, merupakan bagian dari inisiatif Australia untuk misi Bulan dan Mars.

“Ini adalah sejarah bulan untuk Australia. Kami akan melihat bisnis Australia, peneliti, merancang dan membangun sebuah rover yang akan pergi ke bulan dan melakukan beberapa ilmu menarik,” kata Enrico Palermo.

Palermo mengatakan Australia berada di ujung tombak teknologi dan sistem robotika untuk operasi jarak jauh, yang akan menjadi pusat pengaturan kehadiran berkelanjutan di Bulan dan akhirnya mendukung eksplorasi manusia di Mars. Administrator NASA Bill Nelson mengatakan kesepakatan dengan Australia memperluas koalisi negara-negara yang mendukung kembalinya umat manusia ke bulan di bawah program Artemis.

“Dengan bekerja sama dengan Badan Antariksa Australia dan mitra kami di seluruh dunia, NASA akan mengungkap lebih banyak penemuan dan menyelesaikan lebih banyak penelitian melalui program Artemis,” kata Nelson dalam sebuah pernyataan.

Tujuan Artemis adalah untuk mendaratkan wanita pertama dan pria berikutnya di bulan pada 2024. Banyak orang memperkirakan tenggat waktu itu mungkin tidak layak karena masalah dengan kostum antariksa yang belum jadi.

Artemis mengandalkan kemitraan, baik internasional maupun komersial, untuk menciptakan keberadaan manusia yang berkelanjutan di sekitar bulan. Tujuan akhirnya adalah mendaratkan manusia pertama di Mars.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA