Thursday, 15 Rabiul Awwal 1443 / 21 October 2021

Thursday, 15 Rabiul Awwal 1443 / 21 October 2021

Swab Acak, Dinkes Bandung Sosialisasi ke Orang Tua Siswa

Kamis 14 Oct 2021 12:35 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Hiru Muhammad

Seorang siswa tengah diukur suhu tubuhnya sebelum mengikuti Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Bandung.

Seorang siswa tengah diukur suhu tubuhnya sebelum mengikuti Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Bandung.

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Pelaksanaan swab secara acak tergantung dari kesiapan sekolah yang menggelar PTM

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mulai menyosialisasikan rencana swab atau uji usap para siswa kepada orang tua siswa. Pelaksanaan swab rapid antigen melibatkan kurang lebih 200 sekolah yang telah menggela pembelajaran tatap muka sejak hari ini, Kamis (14/10) hingga 30 Oktober mendatang.

"Hari ini belum ada jadwal masuk karena perlu sosialisasi juga kepada orang tua," ujar Kepala Dinkes Kota Bandung, dr Ahyani Raksanagara saat dikonfirmasi, Kamis (14/10).

Ia menuturkan, pelaksanaan swab secara acak dilakukan tergantung dari kesiapan sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Beberapa sekolah yang akan melaksanakan swab pada Jumat (15/10) besok diantaranya SD Negeri Kresna, SD Insan Cermat dan SMPN 47.

Sedangkan sekolah yang berada di wilayah puskesmas Caringin akan dilangsungkan pada pekan depan. Ia mengatakan pihaknya menyiapkan sebanyak 5.000 alat rapid tes antigen untuk pelaksanaan swab acak tahap satu.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Bandung sudah mencapai 88 persen dengan stok vaksin yang tersedia 574 ribu untuk umum. Pihaknya optimis pada bulan Desember dapat memenuhi target 100 persen.

"Jadi kalau vaksin sampai saat ini ibu Ahyani selalu melaporkan kondisi aman. Jadi kita optimis bulan Desember dosis kedua selesai 100 persen," katanya.

Ema terus berupaya mengakselerasi vaksinasi bagi masyarakat usia 12 tahun hingga 17 tahun. Pihaknya melakukan kegiatan vaksinasi terhadap mereka dengan pendekatan berbasis sekolah.

"Saya tetap optimis, karena basisnya di sekolah kita ingin ngambil succes story PTK (pendidik dan tenaga pendidik). Biasanya ada chemistry kuat begitu ada kegiatan bersama mereka kompak," katanya.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA