Thursday, 15 Rabiul Awwal 1443 / 21 October 2021

Thursday, 15 Rabiul Awwal 1443 / 21 October 2021

Dinas Perikanan Karawang Atasi Pendangkalan Tambak

Kamis 14 Oct 2021 12:08 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Petambak asal Desa Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran, Karawang, sedang memanen garam, Senin (26/8).

Petambak asal Desa Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran, Karawang, sedang memanen garam, Senin (26/8).

Foto: Dok Koperasi Garam Segarajaya
Cakupan luas tambak di wilayah pesisir Karawang mencapai 14 ribu hektare.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Dinas Perikanan Kabupaten Karawang berupaya mengatasi pendangkalan tambak dan pendangkalan saluran air untuk mengairi areal tambak di wilayah pesisir agar dapat mengembangkan potensi budidaya perikanan yang belum tergarap maksimal.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Abu Bukhori mengatakan cakupan luas tambak di wilayah pesisir Karawang mencapai 14 ribu hektare dengan jumlah pembudidaya ikan sebanyak 7.621 orang.

Pada tahun 2020 capaian produksi perikanan budidaya tambak di Karawang mencapai 41.335 ton, dan pada tahun ini ditargetkan 41.743 ton. Selain dari tambak, produksi perikanan budidaya juga sebenarnya bisa dihasilkan dari kolam, mina padi dan kolam jaring apung.

Tahun ini, target produksi perikanan budidaya dari tambak, kolam, minapadi dan kolam jaring apung mencapai 45.146 ton. Untuk meningkatkan potensi besar dalam budidaya perikanana tersebut, Dinas Perikanan Karawang menjaga kualitas tambak agar bisa dimanfaatkan dengan baik, dan tidak "menganggur" lagi akibat adanya pendangkalan tambak dan sauran air.

"Sehingga tercapai optimalisasi tambak dan saluran air," katanya.

Abu Bukhori mengatakan peluang pengembangan perikanan budidaya di wilayah Karawang sangat bagus meskipun terdapat beberapa kendala seperti soal pendangkalan tambak, minim penggunaan teknologi, regenerasi, dan sebagainya.

Abu mengakui masih banyak ada lahan tambak ikan yang 'menganggur' karena petambak kesulitan mengaliri air ke areal tambak menyusul terjadinya pendangkalan di saluran air.

Dinas Perikanan mengeruk tambak-tambak yang dangkal untuk mencapaiatingkat kedalaman tambak yang memadai bagi pengembangan budidaya perikanan.

Ia menegaskan pengembangan perikanan budidaya cocok dilakukan di masa pandemi, sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA