Thursday, 15 Rabiul Awwal 1443 / 21 October 2021

Thursday, 15 Rabiul Awwal 1443 / 21 October 2021

'Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak Harus Dihukum Berat'

Kamis 14 Oct 2021 11:24 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak

Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak

Foto: pixabay
Yudha mengaku kesal dengan adanya kembali kasus serupa kekerasan bapak ke anaknya.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara dengan tegas meminta aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman berat kepada pelaku kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Ini untuk memberikan efek jera kepada siapapun yang hendak melakukan tindakan serupa.

Yudha Sukmagara mengaku kesal dengan adanya kembali kasus serupa yakni kasus kekerasan seksual yang dilakukan petani berinisial H (59 tahun), warga Kecamatan Curugkembar, kepada putri tirinya. Yudha menyatakan DPRD miris dengan kasus kekerasan seksual tersebut.

Untuk itu DPRD meminta kepada aparat penegak hukum memberikan hukuman berat atau maksimal kepada para pelakunya agar ada efek jera dan siapapun yang berniat melakukan aksi bejatnya bisa berpikir berulang kali.

DPRD mengapresiasi langkah cepat pihak kepolisian menangkap tersangka sehingga korban bisa aman dari ulah ayah tirinya. Selain itu, pihaknya juga meminta kepada lembaga terkait seperti Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan lainnya memberikan bantuan kepada korban untuk menghilangkan rasa traumanya agar tidak bekepanjangan.

Layanan tersebut pun harus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan sampai korban benar-benar sembuh dari traumanya. Yudha mengaku prihatin dengan adanya kembali kasus tersebut, seakan pelakunya tidak takut dengan ancaman hukum yang menjeratnya bahkan kemarahannya tidak bisa diucapkan dengan kata-kata kepada para pelaku tindak kriminal asusila kepada anak di bawah umur.

Ia pun berulang kali mengucapkan pelaku harus diberikan hukuman berat untuk memberi contoh menakutkan agar siapapun yang hendak melakukan hal tersebut berulang kali berpikir terhadap jeratan hukum yang bisa dijeratkan kepadanya.

Di sisi lain, komunikasi di dalam keluarga harus baik dan setiap individu dalam keluarga punya peran sesuai tingkatan seperti kepala keluarga harus melindungi anak dan istrinya, sehingga bisa terjalin komunikasi dua arah dan bisa saling terbuka.

Kemudian, perlindungan terhadap anak pun merupakan tanggung jawab semua pihak agar anak merasa terlindungi dari orang dewasa yang berada di sekitarnya. Edukasi secara berkesinambungan kepada warga harus dilakukan oleh pemerintah maun intansi terkait dan lembaga swadaya masyarakat terkait perlindungan anak dan perempuan hingga ancaman hukuman jika melakukan kekerasan.

"Memberikan perlindungan terhadap anak adalah tugas kita semua sebagai orang dewasa, anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dilindungi setiap haknya baik bermain, pendidikan dan masa depannya, jangan sampai ada lagi anak yang menjadi korban kekerasan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA