Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Desa Selasari Pangandaran Miliki Potensi Wisata yang Besar

Kamis 14 Oct 2021 08:24 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Bilal Ramadhan

Pengunjung berswafoto di Kawasan Wisata Pepedan Hill, Desa Wisata Selasari, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (8/5/2021). Desa Wisata Selasari yang dikelola mandiri oleh pemerintah desa dan melibatkan Lembaga Masyarakat Desa (LMD) tersebut menawarkan paket wisata menjelajah desa yang menyuguhkan panorama di destinasi wisata seperti Pepedan Hill,?Wisata Goa Sutra Reregan, Santirah River Tubing, Wonder Hill Jojogan, Sinjang Lawang, Goa Lanang dan kampung madu.

Pengunjung berswafoto di Kawasan Wisata Pepedan Hill, Desa Wisata Selasari, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (8/5/2021). Desa Wisata Selasari yang dikelola mandiri oleh pemerintah desa dan melibatkan Lembaga Masyarakat Desa (LMD) tersebut menawarkan paket wisata menjelajah desa yang menyuguhkan panorama di destinasi wisata seperti Pepedan Hill,?Wisata Goa Sutra Reregan, Santirah River Tubing, Wonder Hill Jojogan, Sinjang Lawang, Goa Lanang dan kampung madu.

Foto: ANTARA/Adeng Bustomi
Meski banyak wisata alam, Desa Selasari ingin menonjolkan seni dan budaya warganya.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGANDARAN -- Desa Selasari di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, terpilih menjadi 50 desa wisata terbaik 2021 yang disaring Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Potensi yang ada di desa itu sudah diakui oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

"Saya sudah melihat. Begitu banyak potensi di sini, mulai dari budaya, alam, dan ekraf," kata dia saat berkunjung ke Desa Selasari, Rabu (13/10).

Kendati demikian, menurut Sandiaga, masih terdapat kekurangan di Desa Selasari, yaitu koneksi internet. Di banyak titik wilayah desa itu, koneksi internet masih belum terhubung.

Padahal, koneksi internet dinilai sangat penting untuk promosi potensi yang ada di Desa Selasari. Sebab, popularitas desa wisata umumnya didapat dari konten-konten yang tersebar di media sosial.

"Namun kalau akses internet di sini kurang bagus, sulit untuk mempromosikannya," ujar dia.

Sandiaga mengatakan, pihaknya sudah langsung menghubungi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk memperbaiki koneksi internet di Desa Selasari. Dalam waktu satu minggu, Kementerian Kominfo akan segera tower agar koneksi internet di Desa Selasari dapat lebih baik.

Ketua Desa Wisata Selllasari, Dadang Destriyana mengatakan, pengembangan potensi wisata di Desa Selasari sebenarnya telah dilakukan sejak 2013. Namun, baru pada dalam beberapa tahun ke belakang banyak wisatawan berdatangan ke Desa Selasari.

Ia menyebutkan, Desa Selasari memiliki potensi alam yang luar biasa. Di wilayah desa itu, terdapat lebih dari 100 gua yang bisa dikunjungi. Selain itu, Desa Selasari juga dilewati aliran Sungai Santirah.

Dadang menjelaskan, pada 2019, pihaknya mendapat pendampingan dari Bank Indonesia (BI) Jawa Barat. Dari pendampingan itu, sumber daya manusia (SDM) di Desa Selasari semakin berkembang untuk mengelola pariwisata. Selain itu, BI juga memberikan bantuan berupa fasilitas untuk mendukung kegiatan pariwisata di desa tersebut.

Dampaknya, kunjungan wisatawan ke Desa Selasari juga meningkat. Dalam sebulan, rata-rata wisatawan yang datang ke Desa Selasari berjumlah 1.000 orang.

Kendati demikian, Dadang menilai, saat ini wisatawan yang datang ke Desa Selasari mayoritas hanya berkunjung ke Sungai Santirah, untuk river tubing. Sementara, tujuannya menjadikan Desa Selasari sebagai desa wisata tak sekadar itu.

Menurut Dadang, roh dalam desa wisata terdapat pada kebudayaan masyarakat di desa itu. Bukan hanya menjual objek wisata yang ada. Objek wisata, baginya, hanya tambahan saja.

Karenanya, saat ini Desa Selasari ingin lebih menampilkan kehidupan masyarakat sekitar, seni dan budaya, kepada wisatawan yang datang. Bukan sekadar menikmati alam yang ada.

"Makanya, kita buat homestay agar pengunjung bisa lama di sini dan bersosial dengan masyarakat sekitar. Sekarang sudah ada sembilan homestay di sini," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA