Perih, Bonus Emas PON Atlet Sumbar Buat Lunasi Utang

Red: Israr Itah

Atlet shorinji kempo Sumatera Barat Ari Pramanto berpose dengan medali emas yang diraihnya pada final shorinji kempo randori perorangan putra kelas 70 Kg PON Papua di GOR STT Gidi, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (13/10/2021). Atlet shorinji kempo Sumatera Barat Ari Pramanto berhasil meraih medali emas dan atlet Papua Barat Julifan Prastyo Nugroho meraih medali perak kemudian atlet DI Yogyakarta Kristowirawan dan atlet Maluku Moh Yamin Rahayaan mendapat medali perunggu.
Atlet shorinji kempo Sumatera Barat Ari Pramanto berpose dengan medali emas yang diraihnya pada final shorinji kempo randori perorangan putra kelas 70 Kg PON Papua di GOR STT Gidi, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (13/10/2021). Atlet shorinji kempo Sumatera Barat Ari Pramanto berhasil meraih medali emas dan atlet Papua Barat Julifan Prastyo Nugroho meraih medali perak kemudian atlet DI Yogyakarta Kristowirawan dan atlet Maluku Moh Yamin Rahayaan mendapat medali perunggu.
Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Ari Pramanto menghabiskan biaya besar dalam persiapan menuju PON XX Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Ada kisah sedih di balik kemenangan Ari Pramanto, kenshi asal Sumatra Barat (Sumbar) yang juara kempo pada kategori randori (tarung) kelas 70 kilogram PON XX Papua. Air mata bahagia tak mampu ia bendung usai dinyatakan menang atas lawannya kenshi Papua Barat Julifan Prastyo Nugroho di Gedung Olahraga (GOR) Sekolah Sekolah Tinggi Teologi Gereja Injili Di Indonesia (STT GIDI), Rabu (13/10).

Sungguh tidak disangka, di balik kemenangan yang ia raih, Ari menyimpan suatu beban dan tanggung jawab luar biasa. Ia terlilit utang. Ia memang tidak menyebutkan dengan detail berapa nominal yang mesti ia lunasi. Namun yang pasti kala PON XX berakhir, utang itu harus pula segera ia selesaikan.

Baca Juga

Emas PON memberikan secercah harapan. Pemuda kelahiran Kota Sawahlunto itu mengaku bonus yang akan ia terima dari pemerintah Provinsi Sumatra Barat nantinya hendak digunakan untuk membayar utangnya tersebut. Ia tak berutang kepada satu pihak saja, melainkan ada beberapa.

"Kalau bicara bonus, mungkin semuanya untuk bayar utang saja lagi," kata Ari.

Ia mengaku terpaksa meminjam sejumlah uang untuk biaya selama latihan persiapan PON XX. Sejak dua tahun terakhir, Ari bolak dari Kota Arang menuju Padang. Lokasi dua daerah tersebut tidaklah dekat. Terdapat jarak sekitar 97 kilometer atau tiga jam perjalanan lebih menggunakan mobil yang mesti ia tempuh.

Selama itu pula ia harus tetap menafkahi anak dan sang istri. Tidak hanya itu, sebagai anak laki-laki tertua dalam keluarga, ia juga melaksanakan kewajiban terhadap orangtuanya. Bisa dibayangkan betapa besar pengeluaran pemuda 34 tahun itu selama dua tahun terakhir. 

Sebenarnya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) SUmbar memberikan uang saku untuk persiapan PON XX. Akan tetapi, masalahnya, uang yang diberikan oleh KONI Sumbar itu sering terlambat atau menunggak. Imbasnya, ia terpaksa meminjam uang demi menutupi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, untuk berangkat ke PON XX, ia hanya diberi Rp2,5 juta oleh KONI Sumbar. 

Dengan jumlah itu, tentu saja tidak mencukupi segala kebutuhan selama berada di ujung timur Indonesia itu. Jangankan untuk berbagi dengan anak istri di kampung, kata dia, untuk biaya hidup selama di Papua saja tidak cukup,.

Padahal, melihat perjuangannya demi memberikan yang terbaik untuk daerah, ia rela tidak bekerja sebagai tenaga honorer di Pemerintah Kota Sawahlunto agar dapat fokus menjalani latihan demi latihan jelang PON XX. Kerelaan Ari untuk daerah berimbas kepada pendapatan yang ia peroleh. Tidak adanya pemasukan, sementara ia harus bolak-balik Sawahlunto-Padang membuatnya terpaksa meminjam uang kepada orang lain.

Sedikit menilik ke belakang, sebelum turun di PON edisi ke-20, Ari sebenarnya menerima bonus atas kemenangannya di Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) yang diadakan di Bengkulu pada 2019.Namun, tragisnya, alih-alih menikmati bonus dari kerja kerasnya, Ari mesti menggunakan uang itu untuk melunasi semua utang yang ia miliki. Secara detail lagi dan lagi, Ari enggan menceritakan seberapa besar utang yang tengah melilit perekonomiannya.

"Jadi biaya saya bolak balik dari Kota Sawahlunto ke Kota Padang itu saya yang tanggung," ujarnya.

Berharap diangkat jadi ASN

Sebagai orang yang berhasil meraih medali emas di PON XX, tentu saja Ari akan dihadiahi bonus. Namun, sebagaimana dikatakannya, uang itu hanya akan digunakan untuk membayar utang-utangnya yang menggunung. Oleh karena itu, dengan capaian dan keberhasilannya di pesta olahraga terbesar di Tanah Air, ia sangat berharap pemerintah pusat maupun daerah memerhatikan nasib para atlet terutama memberikan pekerjaan.

Selepas PON, ia berencana menagih janji pemerintah provinsi setempat yang sebelumnya menjanjikan peraih medali emas di PON XX akan diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN). "Saya mau menagih itu. Benar tidak atau sesuai tidak dengan janjinya," kata dia.

Meskipun perjalanan Ari tergolong pahit, ternyata Pemerintah Kota Sawahlunto masih peduli dengan nasibnya. Ia didukung penuh mengikuti PON demi memberikan yang terbaik bagi Ranah Minang. Ari yang sehari-harinya bekerja sebagai honorer di Pemerintah Kota Sawahlunto diberi kemudahan dan kelonggaran. Pemerintah setempat tidak mempermasalahkan ia libur selama dua tahun.

Nasib Ari sepertinya tak jauh beda dengan yang dihadapi Muswar Iwan alias Iwan Samuray binaragawan Sumbar yang juga penyumbang medali emas dari cabang olahraga yang diikutinya. Binaragawan itu terlilit utang 1,7 miliar. Dari pengalaman hidup dua atlet tersebut maka sudah sepatutnya pemerintah lebih memerhatikan nasib para atlet di Tanah Air. Mereka telah berkorban banyak demi memberikan prestasi. Harta benda, berpisah dengan anak istri mereka korbankan demi kejayaan daerah atau negara.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Komentar

Terkait


Atlet shorinji kempo Sumatera Barat Ari Pramanto (kiri) bertarung dengan atlet shorinji kempo Papua Barat Julifan Prastyo Nugroho (kanan) pada final shorinji kempo randori perorangan putra kelas 70 Kg PON Papua di GOR STT Gidi, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (13/10/2021). Atlet shorinji kempo Sumatera Barat Ari Pramanto berhasil meraih medali emas dan atlet Papua Barat Julifan Prastyo Nugroho meraih medali perak kemudian atlet DI Yogyakarta Kristowirawan dan atlet Maluku Moh Yamin Rahayaan mendapat medali perunggu.

Ari Pramanto Persembahkan Emas Kempo PON XX untuk Orangtua

Petugas menyiapkan peralatan angkat besi pada kelas 76 kg PON Papua di Auditorium Universitas Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua, beberapa waktu lalu.

Borong Lima Emas Angkat Besi, Jabar Penuhi Target

Lifter Lampung Aryanto Viki melakukan angkatan dead lift saat berlaga dalam pertandingan angkat berat 66 kg putra PON Papua asal di Jayapura, Papua, Senin (11/10/2021). Aryanto berhasil meraih medali emas dengan total angkatan 767,5 kg.

Lifter Imam Syahrudin Sabet Emas Angkat Berat untuk Jabar

  Pegulat putri Kalimantan Selatan Ridha W. (biru) melawan pegulat putri Kalimantan TImur Anita (merah) pada final gulat gaya bebas kelas 63 kg putri PON XIX di Arena Sport Park, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9).

Capai Target Medali, Gulat Jatim Masih Incar Dua Emas Lagi

 Jeet Esports menjadi juara kategori gim eSports Lokapala pada PON XX Papua 2021

Jeet Esports Juarai Gim Lokapala PON XX Papua 2021

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@rol.republika.co.id (Marketing)

Ikuti

× Image