Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Pemkot Malang Dorong Percepatan Vaksinasi untuk Lansia

Rabu 13 Oct 2021 20:07 WIB

Red: Friska Yolandha

Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, berupaya mendorong percepatan vaksinasi untuk para warga lanjut usiadalam upaya menciptakan kekebalan kelompok masyarakat setempat dari penularan COVID-19.

Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, berupaya mendorong percepatan vaksinasi untuk para warga lanjut usiadalam upaya menciptakan kekebalan kelompok masyarakat setempat dari penularan COVID-19.

Foto: ANTARA/Harviyan Perdana Putra/aww.
Vaksinasi dosis pertama warga lanjut usia saat ini tercatat 47,70 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, berupaya mendorong percepatan vaksinasi untuk para warga lanjut usiadalam upaya menciptakan kekebalan kelompok masyarakat setempat dari penularan COVID-19. Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif di Kota Malang, mengatakan dalam upaya melakukan percepatan vaksinasi tersebut, pihaknya telah melakukan pendekatan layanan kepada para warga lanjut usia.

"Target lansia, kita lakukan secepatnya. Saat ini sudah berbasis rukun warga (RW)dan posyandu. Jadi, ini untuk mendekatkan layanan kepada para lansia yang ada keterbatasan," katanya, Rabu (13/10).

Ia menjelaskan, untuk capaian vaksinasi di Kota Malang, dari total 874.890 warga, tercatat 87 persen telah mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama. Sedangkan capaian vaksinasi dosis kedua, saat ini 59,26 persen.

Dari total capaian tersebut, vaksinasi dosis pertama warga lanjut usia saat ini tercatat 47,70 persen dan dosis kedua 33,87 persen. Dinas Kesehatan Kota Malang terus mendorong upaya percepatan vaksinasi.

"Untuk lansia ini, yang sudah tervaksinasi dosis pertama 47,70 persen dan dosis kedua 33,87 persen," ujarnya.

Husnul menambahkan saat ini kasus konfirmasi COVID-19 di Kota Malang mengalami penurunan. Namun, jumlah penambahan kasus positif COVID-19 masih fluktuatif.

Pada 12 Oktober 2021, lanjutnya, ada penambahan 16 kasus konfirmasi COVID-19yang merupakan hasil kontak erat kasus sebelumnya. Pada 11 Oktober 2021, penambahan enam kasus.

"Jadi, ini masih fluktuatif, 16 kasus itu merupakan hasil kontak erat. Karena kami melakukan 'tracing', paling tidak 15 kontak erat dari satu kasus," katanya.

Oleh karena itu, meskipun saat ini penambahan kasus konfirmasi COVID-19 di Kota Malang sudah mulai melandai, ia meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketatdan selalu mengikuti anjuran pemerintah.

"Kami berharap, melandainya kasus saat ini harus diimbangi dengan ketaatan warga di dalam protokol kesehatan," ujarnya.

Di Kota Malang, penambahan kasus konfirmasi COVID-19 telah menurun secara signifikan. Hal tersebut juga terlihatdari Bed Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat keterisiantempat tidur rumah sakit rujukan penanganan COVID-19.

Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Kota Malang pada Selasa (12/10), jumlah pasien konfirmasi COVID-19 yang menjalani perawatan tercatat delapan orang, di mana tujuh orang dirawat di fasilitas isolasidan satu lainnya di ruang Intensive Care Unit (ICU).Tercatat, secara keseluruhan 15.510 kasus konfirmasi COVID-19. Dari total tersebut, 14.369 orang dilaporkan telah sembuh, 1.119 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA